INIPASTI.COM, MAKASSAR – Ketua Harian DPP Partai Golkar yang juga Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid, akan berbicara mengenai pentingnya pluralisme dan multikulturalisme selama dua hari berada di Tana Toraja, pada tanggal 27 – 28 Februari 2017 mendatang.
Pandangan terkait masalah itu menjadi pilihan wacana yang dikembangkan NH untuk menegaskan posisinya sebagai calon pemimpin selanjutnya di Sulsel. “Kemajemukan adalah salah satu penyelamat bangsa ini sehingga bisa berdiri kokoh hingga saat ini. Di Sulsel, hal itu juga terjadi dengan banyaknya keberagaman di tengah masyarakatnya,” kata Nurdin Halid Minggu (26/2).
Menurutnya, pluralisme dan multikulturalisme harus tetap dijaga di Sulsel agar kondusifitas tetap bisa dipertahankan seperti sekarang ini. “Kita menikmati hidup bahagia di Sulsel meski begitu banyak keberagaman dan kemajemukan. Dalam pandangan saya, itu harga mati ketika kemudian saya digariskan menjadi pemimpin Sulsel,” tegasnya.
NH mengakui, pandangan ini juga dipengaruhi oleh karena dirinya lahir dan besar dari persahabatan dengan orang-orang yang multi etnis, agama dan kultur. Menurutnya, ia memerankan berbagai peran di kancah nasional dan internasional sehingga prinsip pluralisme dalam diriny tidak bisa lagi diragukan.
Semangat itulah yang menurutnya akan dibawa ketika menyambangi Tana Toraja pada rangkaian safari politiknya dalam rangka pelaksanaan Musda Partai Golkar di Tana Toraja. “Saya merasa perlu berbicara tentang pluralisme dan multikulturalisme di Toraja. Mengapa ? karena Toraja adalah salah satu penopang utama sehingga keberagaman kita selama ini dapat terus dinikmati di Sulsel,” lanjutnya.
NH ingin memberi jaminan kepada warga etnis Toraja bahwa kepemimpinannya mendatang akan tetap memegang prinsip-prinsip plural dan multikultural itu. NH akan melindungi setiap kepentingan warga Toraja dan juga kepentingan warga lain di Sulsel terutama jika itu untuk kesejahteraan, kemaslahatan dan kedamaian.










