Tak salah bila kita menyebut Tana Toraja memiliki kekayaan budaya dan kesenian. Hal tersebut telah menjadikan Tana Toraja sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.
Menyadari potensi wisata tersebut Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Australia Barat atau West Australia (WA) rutin berpartisipasi dalam kegiatan kesenian atau kebudayaan di sana. Motivasinya adalah mempromosikan kekayaan budaya dan kesenian yang dimiliki Tana Toraja di Negeri Kanguru.
IKAT WA merupakan wadah berkumpul bagi warga Toraja yang bermukim di Australia Barat. IKAT WA resmi terbentuk pada September 2017.
Pada November 2017, IKAT WA berpartisipasi dalam Great Fremantle Race, yakni sebuah acara parade multikultural di kota Perth. Para anggota IKAT WA, yang mewakili nama Indonesia, mengikuti parade dengan mengenakan pakaian adat Toraja.
Menurut Sekretaris IKAT Perth WA Kanserina Liling, saat mengikuti parade tersebut, mereka mendapat sambutan dan respons yang luar biasa. Tak sedikit dari warga Perth menanyakan tentang asal mereka, termasuk pakaian adat yang digunakan.
Kala itu mereka mengikuti parade dengan diiringi alunan musik “Marendeng Marampa”. Para anggota IKAT WA mengaku bangga dapat memamerkan pakaian adat dan lagu tradisi asal daerahnya.
Pada September 2018, anggota IKAT WA berpartisipasi dalam acara ulang tahun Komunitas Cina Berkain (KCB) Australia Barat. Pada kesempatan itu, selain kembali memamerkan pakaian adat, mereka pun mempromosikan kain tenun khas Toraja.
Sama seperti sebelumnya, cukup banyak tamu yang terkesan dengan kebudayaan Toraja. Kemudian tahun ini, IKAT WA berencana menyelanggarakan Festival Toraja di Australia.
Hal itu pun telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kota Tana Toraja. Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae menyambut inisiatif IKAT WA untuk menghelat Festival Toraja di Australia.
Nicodemus menyatakan akan mendukung penuh kegiatan tersebut. Menurutnya acara Festival Toraja menjadi ajang untuk mempromosikan kekayaan daerahnya. Ia berharap acara tersebut akan mengundang lebih banyak wisatawan Australia ke Toraja.
Kendati demikian, Nicodemus belum dapat memastikan kapan Festival Toraja akan dihelat. “Mengenai waktu festival akan kita bicarakan nanti, termasuk teknis dan peralatan serta personel pendukungnya. Yang jelas tahun 2019 ini terlaksana,” ujarnya pada Januari lalu. (MDS01)










