INIPASTI.COM, MAKASSAR – Hasil Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama tahun 2018 telah kelua. Dinas Pendidikan Provinsi telah menerima dan menyerahkannya langsung kepada Kabupaten dan Kota. Dari hasil tersebut, diketahui telah terjadi penurunan nilai rata-rata UN.
Beberapa faktor penyebab sehingga nilai rata-rata UN menjadi turun, hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Setiawan Aswad menyebutkan salah satunya karena adanya metode baru dalam pengerjaan soal yaitu dengan sistem High Order Thinking Skills (HOTS).
Selain itu, ujian nasional yang mulai menekankan berbasis komputer sehingga berdampak pada beberapa hal, “biasanya kalau sudah berbasis komputer integritasnya tinggi tapi nilai ujiannya cenderung mengalami penurunan, selain integritas masalah psikologis siswa siap atau tidak mengerjakan soal berbasis komputer, terakhir mulai adanya pengenalan soal berbasis HOTS,” kata Setiawan, Minggu (27/5/2018).
Mengenai HOTS yang menjadi salah satu faktor nilai ini mengalami penurunan, Setiawan menjelaskan ini bukan masalah sulit atau tidaknya, soal dengan menggunakan analisa ini. Namun ini persoalan waktu yang cukup membiasakan mereka memakai metode ini.
“Ada yang mengatakan, waktu yang menjadi kendala, selain itu metode ini belum terlalu siap karena kurang sosialisasi, kemudian kepada guru-guru dibiasakan menggunakan metode masih terbatas waktunya, sehingga harus ada waktu yang cukup,” ujarnya
Kedepan, Setiawan menambahkan HOTS ini memiliki banyak divisi satu gurunya dulu harus melakukan peningkatan kompetensi guru-guru, kedua pada sisi siswa membiasakan metode HOTS dalam pengerjaan soal. Metode pembelajaran sejalan dengan hots membiasakan anak-anak mengerjakan soal dengan analisa.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy menyebutkan ada penurunan nilai rata-rata Ujian Nasional 2018 terutama dengan adanya soal HOTS, “memang ada penurunan Skor dengan adanya soal HOTS (High Order Thinking Skills) Bahkan SMP lebih parah (penurunan skornya),” ujarnya, seperti dikutip dari Antara Rabu lalu.
Dengan adanya soal-soal dengan daya nalar tinggi atau HOTS, Muhadjir menyatakan kondisi riil di lapangan bisa diketahui. “Disatu sisi, banyak siswa yang complain dengan adanya soal HOTS ini. Namun di sisi lain, jumlah siswa yang mendapatkan nilai sempurna untuk mata pelajaran matematika tingkat SMA naik dua kali lipat,” paparnya
(Iin Nurfahraeni)










