INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo menilai pemblokiran sementara bantuan fisik dan non fisik yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat menghambat pelayanan pendidikan di Sulawesi Selatan.
“Kalau ada pemblokiran sementara anggaran pendidikan jelas akan rugi bagi masyarakat terutama di bidang pendidikan. Kami juga berharap jangan sampai ada konflik internal, karena dapat menghambat pelayanan pendidikan,” kata None sapaan Irman Yasin Limpo saat ditemui di DPRD Sulsel, Selasa (13/2).
None mengaku belum menerima secara resmi surat pemberitahuan pemblokiran sementara anggaran pendidikan Sulsel dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
None sapaan Irman Yasin Limpo mengungkapkan mengetahui hal tersebut dari pemberitaan di media. Namun yang secara resmi ditujukan kepada Disdik Sulsel belum diterima.”Sampe saat ini kita belum dapat pemberitahuan resminya. Kami tahu itu malah dari media,” ucapnya.
Pemblokiran anggaran ini terkait dengan surat Disdik Sulsel yang melakukan teguran tertulis kepada menteri pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Efendy yang beberapa kali melakukan kunjungan kerja di Sulsel tanpa koordinasi dengan Dinas tersebut.
Namun menurut None, apa yang dilakukan oleh dinas Pendidikan adalah bentuk usulan sehingga perlu dibalas dengan surat berupa masukan atau teguran bukan memblokir sementara anggaran pendidikan Sulsel.
“Kalau saya tidak ada polimik dan kami tidak berani berpolimik. Kalau masalah surat itu, kalau kita salah tegurki,” tegas None.










