INIPASTI.COM, BULUKUMBA – Setelah sekian lama tidak muncul bernyanyi di layar kaca Indonesia, Norman Kamaru kembali beraksi di atas panggung di Kafe Mattoanging, Jl AP Pettarani, Kabupaten Bulukumba. Sebagaimana diketahui, Norman berada di Bulukumba disebabkan ia bergabung dalam kru Pamanca’ The Movie garapan Tapi di Galesong Films. Aksi panggung Norman itu sendiri disaksikan oleh Bupati Bulukumba, Sukri Sappewali , Jumat (17/3/2017) malam.
Selain Norman, juga hadir musisi, Ijhal Ricardo dan Juru Bicara Pamanca The Movie, Andi Iwan. Dalam suasana hangat itu, Norman Kamaru dan Ijhal Ricardo menghibur orang nomor satu di Kabupaten Bulukumba itu. Keduanya mencairkan suasana dengan membawakan dua tembang, yaitu Kopi Dangdut dan Bujangan (Koesplus). Aksi panggung keduanya pun cukup membuat Bupati terhibur.
Di sela-sela penampilannya di hadapan Bupati Bulukumba, Norman sempat memuji keindahan laut Tanjung Bira. Menurutnya pantai dan pemandangan sunset (Matahari terbenam) di sana sangat indah. “Saya tadi sempat ke Tanjung Bira. Menyaksikan keindahan sunset di sana. Bulukumba luar biasa pantainya,” ujarnya.
Setelah Norman berduet dengan Ijhal, mereka pun terlihat akrab membahas perfilman lokal Sulawesi Selatan sambil menyerup kopi dan minuman lainnya. Norman dan kru Film Pamanca hadir di kabupaten berjuluk Panrita Lopi itu untuk menggelar casting pemain utama film bergenre kolosal garapan Rapindo Galesong Films ini. Lokasi casting berada di Hotel Agri, Jl Suprapto, Bulukumba. Sukri pun begitu senang setelah mendengar bila kabupaten yang dipimpinnya akan dijadikan salah satu spot syuting Pamanca’ The Movie.
“Sejauh ini bagaimana dengan film Pamanca’ yang saya dengar-dengar ini mau tayang? Luar biasa kalau memang Bulukumba dipilih menjadi salah satu tempat syuting,” ujarnya di depan kru Pamanca’.
Jubir Pamanca The Movie, Andi Iwan mengaku cukup bahagia karena mendapat restu dari Bupati. Apresiasi yang diberikan orang nomor satu di Bulukumba ini, kata dia, adalah salah satu bentuk dukungan terhadap perkembangan industri film yang diciptakan anak-anak Sulawesi Selatan.
“Ini juga merupakan langkah yang cukup baik sebenarnya. Hal yang sangat positif untuk bagaimana mendukung suksesnya Pamanca The Movie,” ucapnya.










