INIPASTI.COM, MAKASSAR – Nahdlatul Ulama (NU) Makassar menggelar kegiatan pembacaan zikir, yasinan, doa dan tauziyah serta diskusi keagamaan yang mereka namakan Lailatul Ijtima’. Kegiatan itu merupakan tradisi dan ritual yang dilaksanakan setiap Malam Jumat. Seperti yang dilaksanakan pada malam ini, Kamis, (29/9) di Kediaman Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel Drs H Abd Wahid Thahir MAg yang juga sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Makassar.
Kegiatan ini tampak dihadiri oleh Ketua MUI Anregurutta KH Sanusi Baco yang juga Ketua Dewan Syuro PW. Nahdhatul Ulama Sulsel. Sejumlah Pejabat dan dari Kanwil Kemenag Sulsel dan Kemenag Kota Makassar. Hadir juga pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar beserta Badan Otonomnya seperti Muslimat, Fatayat dan GP Ansor. Bahkan jemaah Masjid Kompleks Perumahan Depag Daya Makassar serta anak-anak Panti Asuhan Bani Hasyim, termasuk Pemandu Yasinan dan Zikir KH Masykur Yusuf.
Anregurutta KH Sanusi Baco dalam tauziyahnya menyampaikan bahwa bukanlah dikategorikan orang yang baik “Laesal Birra” bilamana sudah beribadah menghadap ke timur dan ke barat. Akan tetapi orang yang baik adalah orang yang memiliki keyakinan iman (Kesalehan Tauhidiyah) yang terbukti nyata dalam bentuk kesalehan sosialnya seperti tawadhu, suka berbagi rezki baik kepada orang yang dikenal maupun kepada orang yang tidak dikenal, semata mata karena mengharapkan Ridha Allah SWT.
Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Sulsel Abd Wahid Thahir selaku tuan rumah menyampaikan kesyukuran dan terima kasihnya kepada seluruh hadirin. Beliau berpesan bahwa tradisi ini senantiasa dilaksanakan dan jangan sampai terputus apalagi berhenti. Karena menurutnya, fadhilah kegiatan ini sangat banyak, di samping mengandung nilai ibadah, juga mengandung nilai muamalah yakni silaturrahmi. “Tak kalah pentingnya untuk memperdalam pemahaman kita akan nilai nilai yang terkandung dalam ajaran Islam,” ucapnya.(*)
Baca juga : Mensos Melantik PW Muslimat dan Pengurus NU Sulsel
//










