INIPASTI.COM, PALU – Perisitiwa gempa bumi dan likuifaksi yang melanda Balaroa Sulawesi Tengah, menyisakan luka mendalam bagi Nurul Aprilia Putri Wantania.
Bocah cantik Balaroa, saat gempa dan likuifaksi menghamtam Balaroa, tanah di sekeliling rumahnya, tiba-tiba terbelah.
Ibunya terjatuh dalam lobang yang menganga, sementara Nurul Aprilia Putri Wantania, lalu berlari ke pelukan ayahnya yang juga sedang berjuang dengan lumpur yang berputar kencang.
Ketika Sang ayah makin terdesak, kedua kaki seakan tak bisa bergerak lagi, ayahnya mengambil keputusan dengan melemparkan Nurul ke gundukan tanah yang tinggi.
Nasib berkata lain, kedua orang tuanya tewas ditelan bumi dan Nurul selamat dari maut.
Enam hari setelah peristiwa yang mengenaskan, Nurul Aprilia ditemukan tim penolong ACT (Aksi Cepat Tanggap) dalam keadaan lemas.
Nurul Putri, kini kehilangan kedua orang tuanya dan sekarang hidup sebatangkara.
Pihak berwenang di Balaroa, merawat Nurul, dan beberapa waktu lalu, Tim dari Kemensos bersama Husin dari PSKBA (Pelayanan Sosial Korban Bencana Alam) mengunjungi pusara kedua orang tuanya, pada sebuah gundukan tanah tempat di mana terakhir menyaksikan keganasan lumpur likuifaksi.
Kini Nurul harus berjuang seorang diri, sementara tim penolong sudah kembali ke daerahnya, sementara Nurul harus melanjutkan pendidikannya di bawah pengawasan pihak berwenang di Balaroa.
syakhruddin










