INIPASTI.COM, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis keadaan perdagangan Sulsel selama Oktober 2017 yang mengalami defisit hingga USD 12,26 juta.
Kepala BPS Sulsel Nursam Salam memaparkan meski neraca perdagangan Sulsel pada Oktober 2017 mengalami defisit sebesar USD 12,26 juta. Namun angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan pada September 2017 mengalami defisit sebesar USD 13,3 juta.
Menurut Nursam, defisit perdagangan Sulsel terjadi dikarenakan tingginya nilai impor Sulsel dibandingkan ekspor di Sulsel. Tercatat untuk ekspor Sulsel pada Oktober 2017 sebesar USD 80,03 juta. Sementara nilai impor Sulsel sebesar USD 92,29 juta.
“Nilai impor Sulsel pada Oktober 2017 mengalami penurunan sebesar 1,90 persen dibandingkan September 2017. Penurunan tersebut dikarenakan impor untuk alat atau mesin listrik turun hingga 55,26 persen pada Oktober 2017 ini,” jelasnya.
Ia pun menambahkan ada empatnegara yang menjadi pengimpor terbesar di Sulsel pada Oktober 2017.
“Empat negara itu yakni Singapura, Kanada, Argentina, dan Tiongkok,” tambahnya
Sementara untuk ekspor, negara tujuan yang paling dominan yakni Jepang, Tiongkok, Vietnam, dan Amerika Serikat.
(Ahadri/Inipasti)










