INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pasca ditemukannya oknum calo dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA, tepatnya di SMA Negeri 21 Makassar, menjadi perhatian semua. Bahkan diketahui calo tersebut telah meminta uang ke orang tua Rp 3 juta per siswa.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Ombudsman RI, Perwakilan Sulsel, Subhan Djoer mengungkapkan bahwa peneriman siswa baru kali, dengan sistem yang ada sudah sangat baik dibandingkan sebelumnya. Harus diakui, dengan sistem online yang ada saat ini, tidak memungkin adanya jual beli bangku.
“Masyarakat seharusnya tidak boleh percaya lagi. Ibaratnya para calo ini nembak diatas kuda, kalau calonnya diterima karena memang nilanya mencukupi, atas usahanya. Mereka tidak berbuat apa-apa, sedangkan kalau tidak lulus karena memang tidak sesuai persyaratan, tapi kalau sudah bayar mana mungkin uangnya diambil lagi,” kata Subhan, Kamis (20/7/2017)
Menurutnya, masa keemasan para calo ini sudah tidak ada lagi. Tahun ini sistemnya berbeda, kalau sebelumnya para calo sukses memasukan banyak calon siswa kali ini sudah tidak bisa.
“Sistemnya ini sudah berubah, apalagi setelah diambil oleh Dinas Pendidikan Sulsel, sangat berbanding terbalik ketika dikelola oleh Disdik Kab/kota masih ditemukan praktek jual bangku. Makanya saya bilang, masa keemasan mereka sudah lewat,”tegas Subhan.
Untuk itu, Subhan menegaskan masyarakat seharusnya tidak percaya lagi, dengan calo-calo tersebut,termasuk jika ada janji-janji dari ketua komite menjanjikan bisa masuk di sekolah tersebut. (Iin Nurfahraeni)










