INIPASTI.COM, MAKASSAR – ‘The Voyage to Marege’ sebuah karya yang ditulis oleh Prof Charles Campbell McKnight di tahun 1976. Dengan mengisahkan pelayaran orang Makassar menuju tanah Marege, yang biasanya disebut para pelaut Makassar untuk wilayah pantai utara Australia pada abad ke-17.
Para rombongan laki-laki dari Makassar ini menempuh pelayaran dengan panjang dan berbahaya demi mengumpulkan teripang, salah satu hasil laut yang bernilai tinggi bagi bangsa Tiongkok kala itu.
Di dalam buku ini, orang Makassar yang menempuh pelayaran sangat jauh juga membangun relasi diplomasi maritim orang ke orang yang pada saat itu dengan suku Aborigin salah satu suku yang berada di benua Australia.
Jejak-jejak kedatangan ini tertinggal melalui gambar-gambar kapal phinisi yang tergurat pada dinding-dinging gua di Australia bagian utara.
Prof McKnight yang hadir pada saat membedah hasil karya bukunya ‘Voyage To Marage’ yang ditulisnya di Universitas Bosowa Makassar, mengatakan industri ini dalam pandangan hubungan diantara kedua bangsa tersebut sangat menarik sekali saat membuat sambil meriset buku karyanya tersebut.
Ia pun juga menyebutkan penelitian yang di rangkumnya dalam karya bukunya adalah kisah yang sangat indah.
“It’s a wonderful stories this my book and my research, sejarah yang menarik dalam kerjasama diplomasi maritim antar Suku Makassar dan Suku Aborigin Australia,” ungkapnya, di gedung kampus I Unibos lantai 9, Selasa (28/2/2017).
Kajian penelitiannya yang telah berusia 40 tahun ini menjadi salah satu sumber utama studi sejarah nusantara utamanya menyangkut bidang kemaritiman dan perdagangan melalui jalur laut abad ke-17 di Indonesia. Buku ini menyajikan sederet fakta yang amat detail mengenai rute perjalanan, sketsa, bahasa, budaya hingga lukisan pada gua.
McKnight juga mengatakan buku ini sangat berkontribusi bagi sejarah kemaritiman di Indonesia. Buku yang dilengkapi gambar, sketsa, foto-foto bersejarah, serta narasi lengkap dan berwarna yang disusunnya kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul ‘The Voyage to Marege’ yang berarti Pencari Teripang dari Makassar di Australia Utara.
Dalam bedah buku hasil karya Mcknight juga menghadirkan Sudirman H.N selaku akademisi yang berkecimpung dalam dunia medis yang mengungkapkan jika diplomasi maritim bukan hanya dapat dikaji dalam cakupan sejarah.
“Terlebih dari itu, bidang medis juga dapat melihat hubungan antar manusia melalui penelusuran jejak-jejak gen dalam genetik. Menurutnya, ini juga menjadi dasar untuk bisa mengetahui asal muasal kehidupan dan interaksi yang ada saat Ini,” kata Sudirman.
Kegiatan yang dihadiri mahasiswa Hubungan Iinternasional Unibos ini pada dasarnya ditujukan untuk memberikan informasi lebih terkait isu yang diangkat dalam pembahasan tersebut.
Hal tersebut juga diungkapkan Beche BT Mamma yang salah satu Dosen HI Unibos sekaligus menjadi Moderator acara bedah buku tersebut.
“Kita menghadirkan penulis buku yang menjadi membahas isu saat ini memang dasarnya ingin menambah wawasan mahasiswa. Terlebih dari itu juga HI Unibos memang sepatutnya mengetahui lebih jauh terkait berbagai aspek atas hal-hal yang saat ini disoroti masyarakat”, tukasnya.










