INIPASTI.COM, JAKARTA – Masker atau kain penutup mulut dan hidung adalah barang yang saat ini sangat digandrungi oleh masyarakat. Hal itu menyusul adanya berita tentang dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit Virus Corona.
Terjadi panic buying oleh masyarakat. Panic buying sendiri merupakan tindakan membeli sejumlah besar produk yang tidak biasa untuk mengantisipasi bencana. Akibatnya, di sejumlah daerah, sudah sangat sulit menemukan masker dijual bebas.
Fenomena inilah yang mendapat perhatian khusus dari Satgas Waspada dan Siaga NCoV PB IDI, dr Erlina Burhan. Pasalnya, hal itu juga membuat petugas kesehatan menjadi panik. Karena menurutnya, yang seharusnya memakai masker adalah orang-orang yang sakit dan petugas kesehatan yang bertugas di rumah sakit.
“Sekarang kan terjadi mis-informasi atau mis-persepsi, orang-orang sehat membeli/memborong masker sampai stok terbatas. Bahkan sekarang beberapa rumah sakit kesusahan mencari masker. Padahal masker itu untuk pasien dan untuk kami petugas kesehatan di rumah sakit karena justru yang seharusnya panik adalah petugas kesehatan, karena kami berpotensi untuk lebih terpapar,” jelas Erlina Burhan di acara ILC pada Selasa 4 Maret 2020 kemarin.
Dokter Spesialis Paru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini pun kembali menegaskan bahwa orang sehat sama sekali tidak dianjurkan untuk memakai masker. Olehnya, tindakan panic buying menurut Erlina Burhan sebenarnya tidak perlu terjadi.
“Orang sehat pakai masker, itu juga tidak masuk akal. Yang harus pakai masker adalah orang yang sakit. Yang sakit yang pakai masker. Yang batuk atau yang pilek atau yang bersin. Karena masker di mulut mereka itu akan menghalangi droplet (cairan yang keluar setiap kali seseorang bersin atau batuk,red) untuk keluar. Jadi bukan orang yang sehat yang pakai masker,” tegasnya.
Menurutnya, seseorang bisa menghindari terjangkit Virus Corona dengan senantiasa mencuci tangan. Karena dia mengungkapkan bahwa virus tersebut menular dengan dua cara, yaitu secara langsung dan secara tidak langsung.
Dijelaskannya, penularan secara langsung yaitu melalui droplet yang langsung masuk saluran nafas. Di mana droplet tersebut terlontar tidak begitu jauh. Jadi dia menilai ketakutan masyarakat sangat berlebihan. Karena Virus Corona akan menular jika ada interaksi dekat dengan penderita.
“Jadi salah persepsi kalau mengatakan begitu ada kasus positif (virus Corona) di Depok, lalu seluruh orang takut, sampai ada yang mengungsi. Padahal kan, apakah ada interaksi dekat kasus, kalau tidak ada yah tidak perlu takut-takut amat karena tertularnya kan kalau ada kontak dekat, satu meter atau kurang dari dua meter,” terangnya.
Sedangkan untuk penularan secara tidak langsung yaitu droplet yang menempel di meja atau benda lainnya, kemudian orang lain juga menyentuhnya dengan tangan dan menyentuh saluran pernapasan. Penularan yang seperti inilah yang dikatakannya bisa dicegah dengan senantiasa mencuci tangan dan sebisa mungkin tidak menyentuh saluran pernapasan.
Erlina Burhan juga menekankan bahwa cara penularan ini sangat jarang terjadi. Pasalnya, Virus Corona tidak bisa bertahan hidup jika tidak ada inang yang dijangkiti, bahkan di bagian tubuh tertentu sekalipun.
“Tapi kita perlu tahu, bahwa virus ini tidak bisa tumbuh dan berkembang dan hidup di mana-mana, juga di seluruh bagian tubuh. Dia (Virus Corona) perlu reseptor, perlu ada bagian tertentu dari tubuh ini yang bisa mengikatnya, dan cuma ada di saluran nafas. Makanya yang dicegah adalah jangan masuk ke saluran nafas,” ujarnya.
Erlina Burhan pun mengimbau agar masyarakat Indonesia, khususnya yang bermukim di Depok untuk tidak terlalu khawatir dengan adanya kasus dua WNI positif virus Corona. Imbauannya itu menyusul dengan telah diisolasinya kedua WNI tersebut.
“Dan khusus mengenai dua pasien yang sudah positif ini, jangan khawatir karena mereka sudah diisolasi di ruangan yang bertekanan negatif. Virusnya itu sudah terkungkung, tidak akan keluar, tidak akan menginfeksi masyarakat sekitarnya,” imbaunya.
Namun, pihaknya tidak melarang orang sehat untuk memakai masker. Yang ditekankannya adalah tidak dibenarkan untuk melakukan panic buying. Erlina Burhan menjelaskan, orang sehat bisa pakai masker di saat-saat tertentu. Misalnya, di kerumunan, di rumah sakit, atau di tempat-tempat umum yang tidak diketahui apakah di lokasi tersebut ada yang terjangkit virus atau tidak.
(Sule)










