Pakaian Beling-beling Ala Jemaah Haji, Ternyata Harganya Selangit

Jemaah haji Kloter 14 tampak menggunakan pakaian beling-beling saat tiba di Asrama Haji Sudiang. (Foto : Sule)
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Telah menjadi kebiasaan bagi jemaah haji asal Sulawesi Selatan menyediakan pakaian khusus yang akan mereka pakai saat tiba di tanah air. Jemaah haji telah mengistiadatkan kebiasaan yang telah berlangsung sejak dahulu kala itu. Meski harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit, jemaah haji mempersiapkan pakaian, mulai dari yang biasa, kebaya, hingga kain sari.

Jemaah haji asal Kabupaten Gowa misalkan. Salah seorang jemaah haji Gowa, Hj Arpiah (35) mengaku sengaja memesan pakaian sejak 2 bulan sebelum keberangkatannya ke tanah suci. Tak tanggung-tanggung, total biaya yang ia keluarkan mencapai Rp7 juta untuk satu stel pakaian.

Jemaah haji asal Kabupaten Gowa Arpiah (baju kuning) berpose dengan jemaah haji Kloter 5 Debarkasi Makassar lainnya di Aula 3 Asrama Haji Sudiang. (Foto : Sule)

“Saya suruh jahit di Kabupaten Maros 2 bulan lebih sebelum berangkat haji. Biayanya 7 juta semua. Dari kain hingga ongkos jahit. Saya tinggal terima jadi,” ungkap jemaah haji Kloter 5 Debarkasi Makassar ini.

Baca Juga:  JCH Kloter 14 Wafat di Hotel, Keluarga Ikhlaskan dengan Isak Tangis

Tak jauh berbeda dengan 2 orang bersaudara asal Kabupaten Sidrap Farida Binti Sanusi (36) dan Dahliah Binti Sanusi (30). Keduanya yang menjadi jemaah haji Manokwari, Papua Barat ini menggelontorkan biaya hingga Rp3,6 juta untuk pakaian seragam yang mereka gunakan.

Jemaah haji Manokwari, Dahliah (kiri) dan kakaknya, Faridah. (Foto : Sule)

“Kami tinggal terima jadi. Kain kami pilih tapi jadi harga kain dan ongkos jahit keseluruhan 1,8 juta satu baju. Kami pesan 3 bulan sebelum berangkat,” tandas Dahliah.

Sama halnya dengan jemaah haji asal Papua Barat lainnya. 3 orang bersaudara yang juga asli keturunan Bugis, Ruse Binti Mallu (48), Rohani Binti Mallu (51), dan Rabia Binti Mallu (47) juga tampak memakai pakaian yang seragam satu sama lain.

Binti Mallu bersaudara kompak menggunakan pakaian berwarna pink. (Foto : Sule)

“Ini memang dipersiapkan untuk pulang. Kami pesan di Sigeri, Pangkep. Kalo kami beli lainnya sendiri. Harga kain 420 ribu satu orang. Kalau ongkos jahitnya satu orang itu kena 150 ribu,” jelas jemaah haji Kloter 14 Debarkasi Makassar ini.
Jemaah haji asal Provinsi Sulbar juga tampak mengunakan pakaian seragam. (Foto : Sule)

Selain jemaah haji yang telah disebutkan di atas, terlihat pula beberapa jemaah haji lainnya yang tampak menggunakan pakaian yang seragam. Ada yang mengaku memakainya di atas pesawat, namun ada juga yang tampak baru mengganti pakaian di toilet Asrama Haji Sudiang. (Sule)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.