INIPASTI.COM, MAKASSAR – Salah satu yang menjadi biang kemacetan adalah maraknya pemilik kendaraan memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memarkirkan akan akibat dari parkir liar tersebut tentu butuh perhatian ekstra untuk menanganinya. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar.
“Jajaran Dishub dan tim terpadu akan intens melakukan pengawasan dan penindakan pada lokasi-lokasi yang di anggap biang macet. Dalam penindakan ini juga kita akan gembok mobil atau motor yang terparkir di area larangan parkir,” jelas inipasti.com, Rabu (11/1/2017).
Kepala Dishub Kota Makassar, Mario Said mengatakan bahwa pihaknya tak segan-segan menggembok roda kendaraan yang melakukan parkir liar.
Tim terpadu yang dimaksud terdiri dari Dishub, PD Parkir dan Polisi yang akan terus bekerjasama dalam melakukan penertiban. Adapun beberapa titik yang menjadi sasaran Dishub menindak parkir liar diantaranya jl Pengayoman, jl Boulevard, jl Ratulangi, jl Kartini, dan jl M Thamrin.
Mario Said menjelaskan bahwa penindakan langsung seperti ini memiliki dampak positif bagi para pengguna jalan. Menurutnya langkah tersebut akan memberikan efek jera kepada juru parkir nakal dan para pengemudi yang melakukan parkir sembarangan. “Jadi kita juga tempatkan petugas pada titik-titik macet yang selama ini dikeluhkan oleh warga, dengan demikian pengguna jalan akan lebih nyaman dalam berkendara,” tambahnya.
Meski baru menjabat, Mario menegaskan bahwa ia sangat menyesalkan sebagian warga yang hendak belanja. Ia menuturkan bahwa sebagian mereka tak berpikir panjang sehingga melakukan parkir kendaraan yang semrawut di bahu jalan. “Masyarakat semaunya melakukan parkir, tidak pernah memikirkan jika memarkir sembarangan seperti itu mengganggu pengguna jalan yang lain,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa saat melakukan penertiban, ketika pemilik kendaraan dipanggil melalui mikrofon untuk memindahkan kendaraan selalu diindahkan oleh pemilik. Bahkan, imbuhnnya, ada yang pura-pura tuli. “Kita sibuk mencari pemilik mobilnya yang parkir sembarang, mereka tidak mau muncul. Setelah digembok baru dia muncul, padahal dia lihat memantau dari jauh. Berarti memang masyarakat yang kurang sadar,” tutupnya.










