Pasca Putusan MA, Pengamat Politik Sebut KPU Makassar Harus Kerja Keras

Logo KPU

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Mahkamah Agung (MA) telah memastikan menolak Kasasi yang diajukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar terkait dengan putusan PTTUN yang mengabulkan gugatan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin – Drg A Rachmatika Dewi.

Diketahui sebelumnya PTTUN Makassar mengabulkan gugatan Pasangan calon (Paslon) WaliKota Makassar nomor urut satu, Munafri Arifuddin (Appi) – Andi Rachmatika Dewi (Cicu) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.
Putusan MA ini tertuang dalam amar putusan No 250 K/TUN/PILKADA/2018, dengan Pemohon KPU Kota Makassar dan Termohon 1. MUNAFRI ARIFUDDIN, SH., 2. Drg. A. RACHMATIKA DEWI YUSTITIA IQBAL dinyatakan ditolak.

Inline Ad

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin, Jayadi Nas mengungkapkan dengan hasil putusan MA ini, maka kedewasan politik masyarakat Makassar sedang diuji. Dimana MA justru mengambil keputusan yang menurut banyak pihak dan pendukung Danny Pomanto, seharusnya tidak seperti itu.

Baca Juga:  Tim Bur-Nojeng Solid

“Realita politiknya seperti itu, dan kita harus menerima apa adanya dan tidak memberikan reaksi yang berlebihan apalagi pada kericuhan,” kata Jayadi, pada inipasti.com, Senin (23/4/2018)

Mengenai apakah nantinya akan menurunkan tingkat ikutsertaan pemilih, Jayadi menilai hal tersebut bisa saja karena perilaku pemilih itu bermacam-macam, ada yang pemilih fanatik dalam artian mereka mendukung salah satu calon. “Kalau kemudian tahu calonnya ini tidak maju, bisa saja mereka tidak akan datang untuk memilih, ataupun datang namun akan melakukan perlawanan dengan memilih kolom kosong,” ujarnya.

Untuk itu, KPU harus bekerja keras dalam mensosialisasikan dan meyakinkan masyarakat untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya walaupun kolom kosong, “Pak Danny Pomanto memiliki Strong Voter sekitar 49 persen, ini akan menjadi pekerjaan berat buat KPU, untuk meyakinkan strong voter datang untuk memilih, walaupun kolom kosong akan tercipta,”terangnya.

Baca Juga:  PKS Munculkan Nama Baru Penantang Incumbent di Pilkada Makassar

Selain itu, Jayadi menyebutkan bahwa dirinya telah berdiskusi bersama waktu itu dampak dari putusan MA ini munculnya hanya satu calon maka dinamika politik di Makassar akan biasa-biasa saja, artinya pilwali di Makassar selesai tidak akan ada proses pemilihan, tidak ada kompetesi.

“Makanya saya bilang tadi, KPU harus kerja keras bagaimana mengajak masyarakat datang untuk memberikan hak suara mereka untuk memilih walaupun kotak kosong adalah pilihan juga,” paparnya

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.