Pascasarjana Unhas Salurkan Bantuan Pangan dan Perawatan Bayi untuk Sulbar

INIPASTI.COM, Bencana alam gempa bumi di Sulawesi Barat terjadi pada 15 Januari 2021 lalu. Gempa dengan kekuatan 6.2 Magnitudo ini memporakporandakan beberapa kota utama, seperti Mamuju dan Majene. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan lebih 100 orang meninggal dunia, lebih 600 orang alami luka sedang dan berat.

Data Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyebutkan angka pengungsian lebih 91 ribu, tersebar di berbagai titik baik di Mamuju maupun Majene. Secara berangsur-angsur, upaya pemulihan (rehabilitasi) paska bencana mulai dilakukan.

Inline Ad

Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Hasanuddin turut ambil bagian dalam upaya memulihkan situasi pasca bencana di Sulawesi Barat. Bekerja sama dengan beberapa institusi lain, yaitu: Ikatan Keluarga Besar Magister Ilmu Biomedik SPs Unhas, Magister Kebidanan, Magister Manajemen, Magister Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (Otoda), serta Ikatan Alumni Sekolah Pascasarjana Unhas.

Baca Juga:  Seminar Nasional ISI 2018 Terbitkan Buku 20 Tahun Reformasi Indonesia

Pada Kamis (4/3), SPs Unhas meluncurkan program bantuan armada pangan dan baby care untuk korban bencana di Mamuju, Sulawesi Barat. Penyerahan bantuan dipimpin oleh Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, yang diwakili oleh Prof. Muhammad Amri (Bidang Inovasi, Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan).

Tim Penanggulangan Bencana SPs Unhas membawa sejumlah bantuan, berupa logistik, alat medis, perlengkapan bayi, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini selanjutnya akan ditempatkan pada Posko Siaga Bencana SPs Unhas, untuk diteruskan ke posko-posko pengungsian yang masih ada di beberapa titik di Mamuju.

Baca Juga:  Di Unhas, Mentan Sampaikan Pentingnya Pertanian Modern

Dalam penyaluran bantuan ini, Tim Penanggulangan Bencana SPs Unhas berkoordinasi dengan pemerintah setempat, untuk memastikan bantuan tersalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban yang dihadapi oleh warga dan pemerintah daerah setempat, sehingga proses pemulihan paska bencana dapat berlangsung lebih cepat.(*/ir)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.