Pelanggar Aturan Protokol Kesehatan Pernikahan di Makassar Didenda Rp25 Juta

INIPASTI.COM, MAKASSAR–Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin meneken peraturan wali kota (perwali) tentang pedoman penerapan Protokol Kesehatan untuk pelaksanaan Pernikahan dan pertemuan di Kota Makassar.

Perwali nomor 53 tahun 2020 mengatur mengenai sanksi dan denda yang akan dikenakan bagi pelaku usaha jika menggelar acara perkumpulan tapi mengabaikan protokol kesehatan. Sanksinya tidak main-main, mulai pembubaran paksa hingga denda Rp 25 juta.

Inline Ad

Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kota Makassar M Sabri menyebutkan, Perwali tersebut mengatur terkait teknis penyelenggaraan pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19.

“Kita sedang menyiapkan Peraturan Walikota Nomor 53 dimana salah satu item didalamnya mengatur tentang bagaimana protokol kesehatan diterapkan  pada kegiatan-kegiatan pertemuan didalam ruangan, termasuk pesta pernikahan di hotel atau digedung-gedung pertemuan” ujar Prof Rudy.

Namun meskipun nantinya pesta pernikahan sudah dibolehkan, menurut Prof Rudy harus tetap dipastikan protokol kesehatan di terapkan, misalnya tidak boleh ada makan minum, karena potensi penularan virus sangat mungkin terjadi jika terjadi interaksi tanpa menggunakan masker.

Baca Juga:  Ketua DPRD Kota Makassar Apresiasi Keberhasilan Makassar Raih WTP Kelima

“Jika ada proses makan minum maka otomatis buka masker, apalagi jika ada musik yang diputar, maka jarak akan semakin rapat saat melakukan interaksi. Ini yang tidak kita inginkan. Makanya setiap 30 orang minimal ada satu petugas hotel yang mengawasi selama proses pesta pernikahan perlangsung” ujarnya.

Prof Rudy juga menegaskan telah menyiapkan sanksi tegas terhadap pengelola hotel dan gedung pertemuan yang melanggar protokol kesehatan saat menggelar pesta pernikahan.

“Sanksinya tegas, mereka tidak dibolehkan lagi menggelar pesta pernikahan jika terbukti terjadi pelanggaran protokol kesehatan” tegasnya.

Baca Juga:  Makassar Jadi Titik Start, Touring Jelajah Sulawesi Diharap Promosikan Destinasi Wisata Sulsel

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Irwan Ade Saputra menyampaikan komitmennya untuk menjadi bagian dari gerakan bersama penanganan Covid-19 di Kota Makassar, termasuk menjadi edukator ditengah masyarakat dalam membudayakan protokol kesehatan.

“Sejak awal pandemi, Karang Taruna sudah terjun ditengah masyarakat bersama stakholder lainnya untuk mengajak menggunakan masker, menjaga jarak dan rutin cuci tangan. Alhamdulillah saat ini tingkat kepatuhan masyarakat kita semakin baik, meskipun masih ada yang belum memperlihatkan kepedulian” ujarnya.

Karang Taruna selaku organisasi sosial kemasyarakatan menurut Irwan saat ini tengah bergerak bersama unsur pemerintah serta stekholder lainya, melakukan edukasi  di setiap kelurahan
termasuk di zona yang saat ini masih dianggap rawan terjadinya penularan virus.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.