Pelatih Baru Timnas Indonesia, Pernah Taklukkan Timnas Favorit Juara di Piala Dunia 2018

INIPASTI.COM, JAKARTA- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil langkah untuk perubahan prestasi sepakbola Indonesia. PSSI akhirnya memilih pria asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Shin Tae-yong asal Korea Selatan tersebut telah menyepakati negosiasi kontrak yang dilakukan bersama PSSI.

Inline Ad

Pelatih yang digadang-gadang pelatih termahal Timnas Indonesia ini, rencananya akan bertemu dengan PSSI di Jakarta pada 26 Desember 2019.

Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Soemantri, secara resmi akan memperkenalkan Shin Tae-yong secara resmi pada Januari 2020 mendatang.

Shin Tae-yong merupakan pelatih yang sukses menghancurkan mimpi tim favorit juara di Piala Dunia 2018 lalu.

Baca Juga:  Lewat Drama Adu Penalti, Kroasia Kubur Asa Tuan Rumah Rusia

Saat Shin Tae-yong menjadi pelatih kepala Korea Selatan, ia berhasil menghentikan langkah Jerman untuk lolos ke dari fase Grup F Piala Dunia 2018.

Jerman juga merupakan juara bertahan yang berhasil mengangkat piala pada 2014 silam.

Pada partai terakhir Grup F Piala Dunia 2018 lalu, secara mengejutkan Korea Selatan mampu taklukkan Timnas Jerman 2-0.

Dikutp dari Transfermarkt, Shin Tae-yong menerapkan formasi 4-4-2 untuk bisa mematikan barisan tengah Jerman yang dihuni banyak pemain kelas dunia.

Mereka sukses menutup ruang gerak yang dimotori oleh Ozil, Khedira dan Toni Kroos. Jerman yang dilatih oleh Joanchim Loew terlihat menggunakan formasi 4-2-3-1.

Baca Juga:  Tenggelamkan Semen Padang di Dasar Klasemen, Bali United Tempel Ketat Tira Persikabo

Dua gol dari Korea Selatan berhasil tercipta dari skema serangan balik yang dicetak oleh Kim Young-gwon (90+3) dan Son Heung-min (90+6).

Dengan pengalamannya di Piala Dunia 2018 lalu, Shin Tae-yong diharapkan mampu membuat formasi Timnas Indonesia di lapangan menjadi tambah solid.

(Ddrg/Penulis)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.