INIPASTI.COM, MAKASSAR – Wasyiat Hasbullah saat memulai karirnya bergabung di PSM U-21 pada 2016 lalu. Tak butuh waktu lama, pemain kelahiran Pallangga, Gowa ini langsung ditarik untuk memperkuat skuad PSM senior.
Wasyiat yang menambah pengalamannya kemudian bergabung bersama tim sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) Sulsel dan berjaya di PON Jawa Barat 2016. Kendati harus takluk di partai final oleh sang tuan rumah.
Setelah PON Jabar usai, Wasyiat kemudian kembali memperkuat PSM di turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu. Saat itu, Juku Eja hanya finish di posisi ke 6 klasemen akhir. namun, penampilan pemain berusia 23 tahun ini kian semakin matang.
Pada kompetisi Liga 1 2017 lalu, pelatih PSM, Robert Alberts mulai memberikan kepercayaan lebih kepada pemain pemilik nama lengkap Wasyiat Hasbullah tersebut. Wasyiat mulai kerap diturunkan saat laga-laga krusial. Hingga berhasil menjadi skuad utama Pasukan Ramang.
Akan tetapi, pemain kelahiran 25 Oktober 1994 ini belum merasa puas. Dengan usia yang masih tergolong muda di dunia sepak bola, dirinya masih ingin merasakan sesuatu yang hebat dari sekedar menjadi tim inti di PSM.
Ia ingin seperti dirasakan oleh rekan-rekannya, yakni M Arfan dan Asnawi Mangkualam Bahar yang pernah berseragam Tim Nasional Indonesia. “Target tahun ini bisa membela Timnas Indonesia. Dan semoga itu terwujud,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jum’at (2/2/2018).
Menurutnya, hal tersebut memang bukan perkara mudah. Sehingga pemilik nomor punggung 4 ini merasa harus bekerja lebih keras lagi jika ingin dilirik ke Timnas Indonesia.
“Memberikan yang terbaik untuk PSM terlebih dahulu, dan tentu saja menjadi pribadi yang lebih baik serta lebih taat mendalami agama islam,” tandasnya.
(Ahadri)










