INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pembangunan Bandara Buntu Kunik, di Kabupaten Tana Toraja mendapat angin segar, setelah Kementerian Perhubungan memastikannya. Ini diungkapkan perwakilan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Anas Labakara, Rabu (11/4/2018).
Menurutnya, salah satu yang menjadi kendala dalam percepatan pembangunan bandara tersebut adalah faktor alam . Disekitar lokasi pembangunan bandara terdapat gunung dan dua aliran sungai, maka pembangunan landasan pacu harus disesuaikan dengan kondisi alam tersebut.
“Pembangunan bandara udara ini akan memasuki pembangunan terowongan air, dan landasan pacu dalam waktu dekat. Termasuk kami sudah menghubungi rekanan yang ada, agar mengchek suplai dan bahan yanga ada,”ujar Anas
Untuk tahun ini, Bandara Buntu Kunik mendapat kucuran dana Rp 60 miliar dari Kementerian Perhubungan. Selain itu, Kementerian Perhubungan juga mengandeng Bosowa Semen untuk melanjutkan pembangunannya.
Anas juga menambahkan, melalui Dirjen Perhubungan Udara, akan dibangun delapan bandara, baik bandara baru dan bandara revitalisasi/penggunaan kembali bandara lama.
Itu mengacu pada Perpres Nomor 58 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Sstrategis Nasional (PSN) dan disesuaikan dengan program Nawa Cita Presiden RI Joko Widodo.
“Dalam nawa cita tersebut berisi mandat pembangunan dari kawasan pinggiran dan kemandirian ekonomi dari daerah,” pungkas Anas.
Kepala Unit Penyelenggaran Bandar Udara Toraja, Alex Rudi Nainggolan menjelaskan, jika Bandara Buntu Kunik ini ditargetkan rampung 2019. “Sekarang pembebasan lahan sudah 98 persen dan segera diselesaikan,” tandasnya.
(Iin Nurfahraeni)










