Pembangunan PLTSa Kota Makassar, Jusuf Kalla: Itu Cukup Mahal

Wapres Jusuf Kalla saat berkunjung ke Rujab Wali Kota Makassar didampingi Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman dan Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Samad Suhaeb.
Top Ad

INIPASTI.COM,MAKASSAR – Sampah menjadi salah satu perhatian di Kota Makassar. Pasalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diprediksi hanya mampu menampung tumpukan sampah hingga tahun 2020 mendatang.

TPA Makassar sendiri produksi sampah bisa mencapai 1.131 Ton per hari, per bulan sebanyak 33 ribu Ton dan 407 Ribu Ton per tahun. Dengan estimasi jumlah penduduk Kota Makassar 1,5 juta jiwa.

Inline Ad

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencari solusi dari jumlah sampah yang terus meningkat. Salah satunya yakni dengan membangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Namun, nampaknya Wakil Presiden (Wapres) Indonesia Jusuf Kalla (JK) tidak mendukung PLTSa di Kota Makassar.

Lantas, alasan JK tidak mendukung penuh perealisasian pengadaan PLTSa di kota Makassar karena biaya pengadaan PLTSa sangatlah mahal. Sehingga, lanjut JK, ada baiknya sampah tersebut dikelola menjadi pupuk yang memiliki potensi keberhasilan yang lebih tinggi.

“Banyak yang berpikir untuk menjadikan listrik tapi itu cukup mahal. Tidak pernah bisa visible. Yang visible itu ketika menjadi pupuk,” kata Wapres di Rumah jabatan Wali Kota Makassar Jl Penghibur, Makassar.

JK mencontohkan apa yang terjadi di negara-negara lain yang mencoba mengelola sampah menjadi listrik. Dari sana, kata JK, bisa dilihat keberhasilannya sangat minim

“Kompos lebih bisa berhasil. Di nagara lain pun jarang bisa berhasil karena mahal,” kata dia.

Apa lagi, tambah JK, Makassar yang merupakan salah satu kota besar dengan produksi sampah yang begitu besar juga, sehingga untuk pembangkit listrik sampah itu kemahalan. “Jadi jangan berpikir itu. Kota sebesar Makassar ini rasanya tidak akan berhasil kembangkan pembangkit listrik tenaga sampah. Jadi lebih baik dibuat kompos dengan dan listrik dibuat dari tenaga lain,” tutupnya.

(Resti Setiawati)

Bottom ad

Leave a Reply