Pembebasan Lahan KA, Bupati Maros: Pembayaran Harus Dilakukan Hati-hati

Bupati Maros Chaidir Syam, saat mengikuti rapat percepatan pembebasan lahan Kereta Api, Makassar -Parepare (Sumber:IG Plt Gubernur Sulsel)
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pelaksana tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman telah mengeluarkan SK Percepatan Pembebasan Lahan Kereta Api Makassar-Parepare.

Inline Ad

Bahkan untuk mempercepat pembebasan lahan, koordinasi terus dilakukan agar ini tak menjadi hambatan dalam membangun jalur Kereta Api tersebut.

Di Maros sampai saat ini, dari data pemaparan yang dilakukan oleh Kepala Balai Pengelolaan Perkeretaapian Sulawesi Selatan, Jumardi menyebutkan bahwa panjang jalur KA di sana 19,3Km dengan total bidang lahan 938 bidang  dan yang sudah terbayarkan ada 574 bidang dan belum terbayar ada 283 bidang

Sedangkan untuk Stasiun Depo dan Balayasa ada 314 bidang, 157 telah terbayarkan dan 133 belum terbayarkan.

Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan bahwa sampai saat ini progres lahan Kereta Api di Maros cukup bagus, ada beberapa masih dalam proses identifikasi siapa pemilik lahannya, “Sebenarnya sudah dilaporkan ke BPN, Insya allah bisa selesai. Inikan ada juga masuk ke pengadilan untuk  konsiyasi,” jelasnya

Menurutnya untuk proses identifikasi ini sangat penting dilakukan agar kepastian pemilik lahan diketahui. “Ada lahan yang masih dicari siapa pemiliknya, kami harus berhati-hati, jangan gegabah dalam melakukan pembayaran,” terangnya

Seperti diketahui, proyek ini sejak tahun 2015 dengan panjang lintasan145 Km,  jumlah stasiun 16 dengan investasi sebesar Rp8,8  triliun dengan pembagian empat segmen yaitu yaitu segmen B Pallanro-Takkalasi, Segmen C Takkalasi-Taneter Rilau, Segmen D Tanete Rilaua-Mandai, Maros dan Pangkep, serta lintas cabang.

(Iin Nurfahraeni)

Bottom ad

Leave a Reply