Pemerintah Dorong Pengembangan Industri di Daerah Terhubung KA

Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Bambang Brojonegoro ditemui usai penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pemprov Sulsel (Iin Nurfahraeni)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Menteri Perencana Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro mengungkapkan saat ini pemerintah telah mendorong pengembangan kawasan Industri baru , yang berada sepanjang rel Kereta Api Trans Sulawesi tahap pertama, Makassar-Parepare.

Ia menjelaskan, Kereta Api Trans Sulawesi ini bukan hanya mengangkut orang saja tapi juga barang. Menurutnya, dengan kehadiran kereta api Makassar -Parepare sepanjang rel ini bisa menjadi koridor baru dari daerah industri di Sulsel.

“Ini bisa menjadi koridor baru  daerah Industri. Jadi pengembangannya ini diarahkan sepanjang rel kereta api ini,”katanya,ditemui usai melakukan penandatanganan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi, di Baruga Louge, Selasa (12/2)

Terkait kawasan Industri tersebut, Bambang menyebutkan saat ini pemerintah sedang berupaya mencarikan investor untuk pengembangan industri di sana, “Ini untuk daerah yang terhubung dengan jalur Kereta Api Makassar -Parepare ini,”ujarnya.

Bambang mengatakan, pembangunan kawasan industri dimana ini terhubung dengan jalur kereta api tentu akan menarik investor untuk pengembangan usaha mereka. Karena jalur transportasi akan dimudahkan ketika mengangkut barang.

Baca Juga:  Pj Gubernur Bantah Proyek Kereta Api Berhenti

“Kalau untuk pembangunan pabrik sangat menarik, sedangkan buat pemda ini akan menolong mereka karena akan mengurangi beban jalan,”ujarnya.

Sementera mengenai komitmen Pemerintah dalam mendorong salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Bambang menyatakan bahwa, pemerintah telah memfasilitasi dengan memfasilitasi sistem kerjasama badan usaha. “Sekarang ini mendorong peran swasta untuk investasi kawasan industri,”terangnya

Seperti diketahui, Proyek Kereta Api Trans Sulawesi ini adalah proyek jaringan jalur kereta api di Pulau Sulawesi dan mulai dikerjakan pada tahun 2015. Untuk tahap pertama proyek ini dikerjakan dari Makassar -Parepare.

Sementara itu, Bupati Barru Suardi Saleh mengungkapkan progres pengerjaan rel kereta api Makassar-Parepare, di Kabupaten Barru telah mencapai 95 persen. Adapun yang belum selesai sisa yang masuk di Pelabuhan Garongkong sekitar 4,9 Km. “Ini memang terakhir pembebasan lahanya. Baru mau dibebaskan. Sedangkan beberapa kendala sebelumnya sudah diselesaikan termasuk lahan yang kuburan,” ujarnya

Suardi menambahkan, selain lahan tadi masih ada juga 10 Km yang ke arah Parepare, tapi ini memang belum masuk dalam program. “Khusus di Barru inikan targetnya selesai Mei, kalau semuanya sudah bisa dirampungkan. Saya kira yang 5 persen bisa selesai,”paparnya.

Baca Juga:  Komunitas Khalwatiyah Samman Inspirasi Wagub Sulsel

Seperti diketahui, proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), yang telah dibangun  sejak tahun 2015.  Adapun proyek tahap pertama ini yakni jalur kereta api dari Makassar hingga Parepare.

Proyek ini ditargetkan mencapai 2.000 kilometer dari Makassar ke Manado.  Dimana  jaringan jalur kereta yang menghubungkan wilayah ini berpotensi angkutan penumpang dan komoditas berskala besar itu pada awalnya diperkirakan membutuhkan dana investasi sekitar Rp 9 triliun.

Adapun konsorsium pemenang proyek tahap pertama Makassar-Parepare dipimpin oleh PT Pembangunan Perumahan Tbk. Konsorsium PT Pembangunan Perumahan Tbk. (PTPP) menjadi pemenang dengan penawaran nilai investasi Rp 1 triliun dan penawaran besaran pembayaran ketersediaan layanan sebesar Rp 246,74 miliar.

Badan usaha lain yang tergabung dengan konsorsium PTPP adalah PT Bumi Karsa, PT China Communication Construction Engineering Indonesia, dan PT Iroda Mitra. Konsorsium PTPP mengungguli dua konsorsium lainnya, yaitu konsorsium Kyeryong Construction Industrial Co. Ltd., PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan Korea Rail Network Authority, serta konsorsium PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Len Industri, dan PT Waskita Toll Road.

Baca Juga:  DKP Gowa Kucurkan Dana Ratusan Juta Rupiah

(Iin Nurfahraerni/Berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.