INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengajukan surat ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia, terkait dengan pemanfaatan dana desa untuk tahun 2018.
Surat tersebut, menjadi usulan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, di mana sebelumnya ada pengusulan program pemanfataan dana desa ini, yang nantinya dapat diatur 40 persen infrastruktur, 40 persen untuk pertanian, peternakan dan sisanya pemanfaatan pengembangan desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Provinsi Sulawesi Selatan, Mustari Soba mengatakan surat tersebut telah diberikan langsung pada Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo.
“Suratnya sudah ada di Pak Menteri, sekarang telah diajukan ke Kementerian Keuangan untuk mendapat persetujuan,” kata Mustari, Minggu (20/8/2017)
Menurutnya, surat yang diajukan berisi gambaran pemanfaatan dana desa pada 2018, yaitu 40 persen untuk infrastruktur, 40 persen pertanian, peternakan dan sebagainya, 10 persen peruntukannya lembaga desa dan 10 persen untuk ekonomi desa.
“Selama inikan, dana desa lebih banyak untuk infrastruktur baru kemudian peningkatan kesejahteraan masyarakat desanya. Kali ini, kami ingin agar pemanfaatannya dapat merata juga , diharapkan ini dapat segera keluar jawaban dari surat yang dimasukkan tersebut,” terangnya.
Mustari menyebutkan, nantinya dengan adanya persetujuan tersebut, maka akan dibuatkan surat edaran ke Kabupaten terkait dengan pemanfaatannya. ” Sulsel akan menjadi pilot project pertama yang ada di Indonesia terkait sistem pemanfaatan dana desa,” paparnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, bahwa pelaksanaan dana desa ini tidak semua harus fisik. Ia menyebutkan, pemanfataannya bisa 40 persen fisik, 40 persen untuk produktivitas di desa dan 20% untuk pengendalian dan pasar.
“Dana inikan baru pertama kali, jangan sampai semua jor-joran hanya pembangunan fisik, setelah itu selesai yang lain tidak ada. Inikan bisa juga untuk pertanian, misalnya membeli bibitnya berapa, hasil yang dicapai bisa lebih besar,” kata Syahrul, beberapa waktu lalu. (Iin Nurfahraeni)










