INIPASTI.COM, MAKASSAR – Belum meratanya pembangunan antara Kawasan Timur Indonesia dengan Barat, menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sejak lama. Termasuk dari segi pengembangan industri dan infrastruktur.
Untuk itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang meminta pada pemerintah pusat agar ketimpangan ini tidak berlanjut. Salah satu caranya dengan memberikan porsi yang sama terutama dalam pembangunan industri. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan memindahkan beberapa industri dari Jawa ke Sulsel.
Menurut Agus, Sulsel memiliki potensi sumber daya alam termasuk energi yang bisa diolah. Energi ini akan memenuhi kebutuhan akan sandang, papan, dan pangan. Baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan.
“Sulawesi Selatan sangat siap untuk dijadikan wilayah industri. Karena di samping ketersediaan energi yang cukup, juga telah dibangun infrastruktur transportasi kereta api yang dapat mendukung mobilisasi secara massal bagi kebutuhan operasional industri,” kata Agus, Selasa (11/10) usai Sosialisasi Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) di Hotel Aryaduta.
Agus menambahkan, sudah seharusnya industri yang menumpuk di daerah Jawa digeser ke daerah luar Jawa dan Sulsel agar terjadi pemerataan.
“Kami pada dasarnya siap terima pembangunan industri, sehingga nantinya peredaran uang di wilayah Indonesia Timur juga merata,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Santri Nugraha mengatakan, lembaganya melaksanakan sosialisasi dalam rangka penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) .
Ia menyatakan struktur DEN diketuai oleh Presiden, dan di dalamnya terdiri atas anggota yang berasal dari unsur pemerintah. Unsur itu antara lain; Menteri Keuangan, Menteri Bappenas, Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri Ristek ,dan Menteri Lingkungan Hidup. Ditambah juga dengan unsur pemangku kepentingan seperti; akademisi, teknokrat, pemerhati lingkungan hidup, dan konsumen.
“Kebijakan Rencana Umum Energi Nasional (REUN) berisikan kebijakan secara umum berdasarkan potensi dan kebutuhan nasional. Selain itu dapat diartikan pada masing masing daerah melihat potensi yang dimiliki,” paparnya.(*)
Baca juga : Gowa Sejahtera dengan Rubik ‘Lasiajariki’
//










