INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pengerjaan jalur rel Kereta Api, dari Mandai-Makassar rencananya akan dilakukan pada tahun depan, dan penetapan lokasi ditargetkan akhir tahun 2021 sudah selesai.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dalam hal ini Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Sulsel menunggu dokumen perencanaan yang akan diberikan oleh Balai Perkeretaapian nantinya.
“Kami belum terima dokumen perencanaan. Sekarang ini masih dalam proses penyusunan SK tim dokumen perencanaan, kalau estimasi itu April tapi secara lisan mereka sampaikan disekitar Juli-Agustus,” kata Kepala Bidang Pertanahan Sulsel, Dinas Perkintan Fahruddin.
Menurutnya, untuk panjang jalur Kereta Api di Mandai-Makassar yang akan ditetapkan lahannya pihaknya belum dapat memastikan , karena menunggu dulu dokumennya.
“Sekitar 17 Km, tapi ini belum pasti, karena dokumennya belum ada. Untuk penetapan sendiri, ada SOPnya jadi dokumen yang diajukan tidak serta merta ditindak lanjuti ada verifikasi, akurasi bidang tanah kalau dalam 1 minggu dilengkapi maka ini bisa selesai dalam satu atau dua bulan tidak boleh lewat dari itu.Jadi kalau tahun ini diajukan, akhir tahun ditarget selesai karena ini akan dibebaskan,” terangnya
Mengenai lahan di Makassar, terutama yang menuju MNP dimana sebagian lahan negara lebih mudah dibebaskan. Fahruddin menjelaskan lebih jauh kondisi seperti itu bisa terjadi, tapi semua tetap melalui prosedur yang berlaku, “Proses panlok ada persiapan yang harus dilakukan, yang harus kami persiapkan , diantaranya pemberitahuan ,pendataan awal, dan konsesi publik, jika dalam konsesi ini ada kesepakatan pemilik lahan mau membebaskan untuk kepentingan umum bisa maka diajukan,” terangnya
Setelah Panlok lahan KA Mandai-Makassar maka, menurut Fahruddin baru kemudian dilanjutkan yang ke arah Garongkong- Parepare
Terpisah, PPK Pengadaan Lahan KA Maros, Hasbudi Samad mengatakan bahwa khusus untuk lahan Mandai -Makassar telah dibahas beberapa kali, cuma memang timelinenya agak mundur.
“Ini disebabkan, untuk Maros agak molor, kami prioritaskan ini dalam satu dua bulan, paling Mei untuk proses perencanaan termasuk panlok,”jelas Hasbudi
Hasbudi harap, prosesnya ini bisa lebih cepat agar ada pembayaran lahan untuk jalur Mandai-Makassar yang bisa tahun ini, “Paling lambat, akhir tahun,” terangnya
Terkait panjang jalur, Hasbudi menyebutkan sekitar 15 Km cuma yang akan dikerjakan dulu nantinya tidak sepanjang itu sekitar 7 Km, “Maros ini masih ada sekitar 2-3Km , Makassar tidak bisa kontsruksi duluan, masih posisi belum termanfaatkan jadi hanya sampai perbatasannya dulu,” paparnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Muhammad Arafah menyebutkan jika pada tahun ini akan dilakukan kajian untuk jalur Mandai – Makassar New Port. “Tahun ini akan dikaji untuk Panlok, kemudian tahun depan akan dibangun. Konsep yang mau dipercepat yaitu Makassar-Parepare tahap awal Garongkong-Tonasa-Bosowa nanti lanjut ke Mandai-MNP ini akan tersambung,”
(Iin Nurfahraeni)










