MAKASSAR – Pencerahan qalbu yang digelar secara rutin oleh Universitas Muslim Indonesia (UMI), sudah menjadi program unggulan bagi kalangan mahasiswa UMI. Kegiatan itu dipusatkan di pesantren yang berdiri di desa Padanglampe Kabupaten Pangkep, di mana semua mahasiswa UMI wajib mengikuti program tersebut, dengan menjadi santri selama satu bulan.
Menurut dari ketua Lembaga Pengembangan Dakwah Kampus Islam UMI, Dr H M Ishak Samad MA, kegiatan itu sudah menjadi program
unggulan sejak tahun 2000 silam.
“Program pencerahan qalbu yang diadakan selama 1 bulan bertujuan agar mahasiswa bisa memiliki kebiasaan yang baik dalam melaksanakan ajaran-ajaran Islam terutama dalam menunaikan shalat berjamaah, berperilaku sopan dan santun dan saling menghargai antara satu dengan yang lainnya,” tutur Dr Ishak Samad MA, Kamis (21/7).
Dia menambahkan bahwa bukan hanya mahasiswa UMI yang dapat mengikuti program unggulan pencerahan qalbu itu, tetapi dari perguruan tinggi lain seperti UNM juga sudah pernah turut serta mengikuti program pencerahan qalbu di Padanglampe. Selain itu, kata Ishak Samad, UMI juga telah bekerjasama dengan pihak Polda untuk memberikan pencerahan qalbu bagi calon anggota polri sebelum mereka resmi dilantik sebagai anggota kepolisian.
Selama satu bulan mahasiswa diberikan pencerahan qalbu, diharapkan agar mahasiswa dapat lebih memaknai apa yang mereka dapatkan, dibandingkan hanya tiga hari atau beberapa hari yang dinilai tidak efektif. “Program ini menjadi salah satu persyaratan kelulusan bagi mahasiswa UMI,” tandas Ishak Samad.










