INIPASTI COM, MAKASSAR – Meski telah mengikuti dua turnamen sekaligus, namun pengamat Sepakbola menilai skuad PSM Makassar masih sangat rapuh, dimana sejumlah lini di tim berjuluk Juku Eja itu belum maksimal, sehingga evaluasi tim untuk mengarungi Liga 1 Indonesia 2018 perlu dilakukan.
PSM Makassar yang memiliki rekrutan Guy Junior (GJ) dan Bruce Djite, PSM belum dijamin segarang dulu. GJ mungkin sudah memberikan pembuktian dengan 4 gol selama bergabung dengan Pasukan Ramang.
Namun Djite dinilai masih lemah. Pemain naturalisasi Australia ini belum menunjukkan tajinya, hanya bisa mencetak 1 gol sampai saat ini.
Mantan penasehat PSM dan juga pengamat sepakbola, Abdi Tunggal mengungkapkan bahwa Robert masih harus bekerja keras membentuk tim terbaiknya dalam menyambut Liga 1 musim depan.
Menurutnya, bahwa lini depan sangat rapuh, rentan terhadap serangan lawan, dimana harus menjadi fokus khusus pelatih berusia 63 tahun tersebut.
“Kalau lini depannya masih seperti itu, saya rasa PSM bakal susah bersaing di Liga 1 nanti. Apalagi Djite yang bertipikal pemain lambat. Robert harus pandai mengiasatinya,” ujarnya, Selasa (23/1/2018).
Dikatakannya, PSM musim lalu mampu bersaing di papan atas Liga 1. Pun pada akhirnya finish di posisi ke tiga. Lantaran saat itu Juku Eja masih memiliki Ferdinand Sinaga yang bertipikal sangar dan haus gol.
“Pun adanya Titus Bonai sebagai pelapis The Dragon. Namun sayang, keduanya telah memilih hengkang,” tambahnya.
Sementara itu? Pelatih PSM, Robert Rene Albert mengungkapkan bahwa skuadnya saat ini memang belum final. Dikatakannya masih memiliki catatan penting dari dua turnamen pra musim yang diikuti anak asuhnya tersebut.
“Saya belum puas dengan penampilan para pemain. Saya masih akan melakukan evaluasi. Mulai dari lini depan hingga benteng pertahanan,” tandasnya.










