INIPASTI.COM, MAKASSAR – Berbeda pada hari-hari sebelumnya, hari ini, Selasa, (22/8/2017) Asrama Haji Sudiang dipenuhi warga. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, setiap giliran Jemaah Calon Haji (JCH) dari Kabupaten Jeneponto pasti Keluarga JCH yang datang membludak. Walaupun sudah ada peraturan baru yang tidak memperbolehkan Pengantar JCH masuk area asrama, tetap saja banyak yang datang dari kabupaten penghasil garam tersebut.
Alasan mereka pun berbeda-beda. Ada yang karena sekedar mengantar keluarga, sampai pada stigma bahwa mereka juga akan berangkat haji jika sering mengantar JCH. “Nanti kalau yang mengantar ini juga naik haji, di antar oleh banyak orang juga. Karena dari orang tua dulu begitu. Kalau mau banyak orang yang mengantar, maka ikut juga mengantar,” jelas Hj Lena (37) yang datang mengantar iparnya.
Lena yang sudah pernah naik haji pada 2014 lalu juga mengungkapkan bahwa sangat ingin melihat keluarganya berangkat. Ia bersama puluhan keluarga JCH lainnya pun rela merogoh kocek untuk menyewa rumah. Ia mengaku menyewa satu buah rumah untuk ditempati dalam semalam saja.
“Kami sewa rumah 550 ribu rupiah. Dalam rombongan saya ada 7 mobil yang datang sejak kemarin siang,” jelasnya.
Selain Lena, warga Kecamatan Rumbia Jeneponto, Abdullah Daeng Ngawing (42) juga mengatakan hal yang senada. Ia yang mengantar istrinya datang bersama rombongan sebanyak 6 mobil tersebut. “Mengantar jemaah haji itu ada juga berkahnya tersendiri. Mudah-mudahan dengan kami sering mengantar haji, kami juga bisa berangkat secepatnya,” ujarnya.
JCH Jeneponto tahun ini tergabung bersama JCH Pangkep di Kloter 30 Embarkasi Makassar. Rombongan JCH yang berangkat siang tadi pun diiringi dengan isak tangis dan lambaian tangan ratusan pengantar JCH. Tampak mulai dari dalam pekarangan Asrama Haji Sudiang, warga menyemut sampai ke pintu belakang Bandara Hasanuddin. (Sule).










