Pentingnya Menjaga Waktu, Ulama : Jika Banyak Tidur, Kematian Lebih Layak Baginya

Kata-kata Kehidupan tentang Waktu dengan latar belakang Pantai Losari dan Masjid 99 Kubah. (Foto : Sule/inipasti.com)

INIPASTI.COM – Inilah nasehat berharga dan dari para ulama kita. Sungguh di zaman ini, kita akan melihat banyak orang yang membuang waktu dan umurnya dengan sia-sia. Kebanyakan kita saat ini hanya mengisi waktu dengan maksiat, lalai dari ketaatan dan ibadah, dan gemar melakukan hal sia-sia yang membuat kita lalai dari mengingat Allah SWT.

Padahal, kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat. Tetapi kebanyakan kita lalai memanfaatkan waktu yang telah allah berikan. Dalam tulisan ini akan disajikan perkataan-perkataan ulama terdahulu, mengenai pentingnya menjaga waktu. Semoga dengan merenungkan nasehat para ulama berikut, kita dapat menjadi lebih baik dan tidak menjadi orang yang menyia-nyiakan waktu.

Ketahuilah bahwa engkau seperti hari-harimu. Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian darimu”.

Waktu pasti akan berlalu, Beramallah. Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Robi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri, “Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dari mu juga akan hilang. Bahkan hampir hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (mati) sedangkan engkau mengetahuinya oleh karena itu beramallah”.

Waktu bagaikan pedang. Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan, “Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu,”

Jika tidak tersibukkan dengan kebaikan pasti akan terjatuh pada perkara yang sia-sia. Seperti poin kedua lanjutan nasihat Imam Asy Syafi’i di atas, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain. Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (Haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)”.

Waktu berlalu begitu cepatnya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan, dan terbebas dari kesempitan dan azab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain daripada itu, tidak dinilai sebagai kehidupannya. Namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

Kematian lebih layak bagi orang yang menyia-nyiakan waktu. Lalu Ibnul Qayyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu, Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekadar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur, yang digunakan dalam kebatilan (kesia-siaan), maka sungguh kematian itu layak bagi dirinya.

Janganlah sia-siakan waktumu selain untuk mengingat Allah. dari Abdullah bin Abdil Malik, beliau berkata, “Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya, lalu dia berkata pada kami ‘bertasbihlah sampai pohon itu’. Lalu kami pun bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain, lalu dia berkata pada kami, ‘Bertakbirlah sampai di pohon itu’. Lalu kami pun bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami”.

Ya Allah, mudahkanlah kami selaku hambaMu untuk memanfaatkan waktu ini dalam ketaatan dan dijauhkan dari kelalaian. Aamiiin Ya Mujibassailin. Semoga apa yang kami sajikan ini bermanfaat bagi hati yang ingin terus disirami. (Sumber : Majalah Wisatahati Edisi Januari 2019)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.