INIPASTI.COM, MAKASSAR – Maraknya berita bohong atau hoax membuat beberapa kalangan, terutama pemerintah menjadi khawatir. Olehnya itu, berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kantor Staf Kepresidenan dibentuklah Satuan tugas (satgas) Media Sosial (Medsos). Bentukan itu pun menjalar ke pemerintah provinsi se-Indonesia, begitupun di Provinsi Sulawesi Selatan.
“Satgas Medsos ini akan mengantisipasi propaganda berita-berita bohong yang beredar di media sosial khususnya di dunia Maya,” ujar Tenaga Ahli Kantor Staff Kepresidenan, Alois Wisnuhardana Rapat Koordinasi (Rakor) Integrasi Kanal Pemerintah Daerah kabupaten/kota Wilayah Sulawesi yang dilangsungkan di Hotel Clarion, Jum’at, (16/6/2017).
Setelah Rakor tersebut, Satgas Medsos II Wilayah Sulawesi merupakan bagian Satgas Medsos. Dalam rapat tersebut perwakilan kabupaten/kota memaparkan kondisi kekinian terkait hoax. Dibahas pula tentang cara menangkal penyebaran berita bohong tersebut. Di mana dengan adanya hoax sering muncul di dalamnya ujaran kebencian, fitnah, dan berita bohong di media sosial terkait hal-hal politis.
Sehingga menurut pemerintah sudah terlalu jauh dan dinilai kebablasan serta perlu segera diambil langkah strategis. Menurut Kepala Bidang Informasi dan Telematika, Denny Hidayat saat ditemui di sela-sela acara, Satgas Medsos ini merupakan upaya pemerintah untuk terus melakukan perbaikan komunikasi publik.
“Setiap respon terhadap keluhan publik, harus bisa langsung ditunjukkan dan nyata ditangani setiap keluhan-keluhan itu. Kami harapkan model komunikasi lembaga pemerintah selama ini dapat berubah. Bagaimana merespon keluhan, pendapat masyarakat itu harus dilakukan terobosan-terobosan,” pungkasnya.










