INIPASTI.COM, MAKASSAR – Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar, Abdul Haris SKep Ns MKep menyebut masyarakat selalu mengeluhkan perawat kurang senyum tanpa tahu masalahnya.
Pernyataan ini disampaikan Abdul dalam sambutannya di acara Bedah Buku ‘Era Transisi Keperawatan’ yang ditulisnya sendiri, dan dirangkaikan dengan Simposium Nasional Keperawatan di Universitas Islam Makassar (UIM), Minggu (14/8/2016).
Menurut Abdul, permasalahan keperawatan adalah permasalahan nasional. Salah satu masalah terbesarnya adalah menjamurnya perawat di seluruh Indonesia. Namun kebijakan yang ditetapkan pemerintah belum berpihak kepada penyandang profesi ini.
“Karena jumlah perawat begitu besar, maka muncul bahasa seperti ini. Kita tidak ada penerimaan pegawai, kalau kamu mau mengabdi bisa tapi tidak ada gajinya,” ucap Abdul.
Lebih lanjut ia menyebut permasalahan perawat telah dimulai sejak masuk di perguruan tinggi dan ketika bekerja juga tetap jauh dari kata sejahtera.
“Kuliah jual tanah, jual sapi, jual rumah. Lulus melamar kerja barangkali jual rumah juga, kerja digaji seratus ribu rupiah,” tegasnya diikuti tepukan tangan peserta simposium yang didominasi perawat.









