Percepat Lahan, Jalur KA Pelabuhan Garongkong -Tonasa Ditarget Rampung

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Proyek Strategis Nasional, Jalur Kereta Api Tran Sulawesi, Makassar-Parepare ditargetkan bisa termanfaatkan dalam beberapa tahun kedepan.

Inline Ad

Keinginan untuk mempercepat pembangunan PSN sedikit terhambat dengan permasalahan lahan, untuk itu Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman meminta semua kepala daerah yang wilayahnya dilalui jalur kereta api bisa menggenjot persoalan lahan yang masih terus berkutat pada pembebasan lahan.

“Kami harus mempersempit ruangnya untuk dikerjakan yang belum tuntas dalam pembebasan lahan. Termasuk daerah yang harus konsinyasi, harus dilakukan dengan pendekatan persuasif, seperti di Kabupaten Pangkep progresnya sudah 94 persen,” sebut Andi Sudirman.

Ia pun yakin target 2021-2022 ini, dari daerah Pallanro – Tanete Rilau, Garongkong – Tonasa (Barru – Pangkep) bisa operasi. “Dan ruas berikutnya dan selanjutnya mulai dari Parepare, Pangkep dan Maros akan menjadi prioritas yang tahun ini harus diselesaikan, kami optimis bisa selesai,” ujar Andi Sudirman, Selasa (13/4) usai rapat bersama dengan pihak terkait

Terpisah Kepala Balai Pengelolaam Perkeretaapian Sulsel Jumardi melalui zoom mengatakan saat ini sedang fokus pada pengadan lahan jaur KA di tiga kabupaten, yaitu Maros, Pangkep dan Barru.

Tiga kabupaten itu, panjang tracknya 118,5 kilometer dengan luas lahan 5,02 juta meter persegi, yang terdapat di atas 4.233 bidang tanah. “Dari luasan itu, yang terbayar sudah 2.874 dan belum terbayar 1.106 bidang. Sisanya adalah fasum/fasos,” ungkap Jumardi.

Progres pengadaan lahan di Maros untuk jalur KA telah mencapai 66,98 persen,  pembangunan stasiun, depo dan Balaiyasa 54,14 persen. Sedangkan pangkep, pengadaan lahan jalur KA nya sudah 92,11 persen, tapi untuk stasiun dan siding Tonasa 22,58 persen.

Sedangkan untuk  Barru, baik jalur KA maupun siding Garongkong, semua sudah 100 persen. Tinggal konsolidasi di Garongkong saja, karen segmen B (Pallanro-Takkalasi) dan segmen C (Takkalasi-Tanete Rilau) itu ditargetkan 2021 ini bisa beroperasi hingga Tonasa, Pangkep.

Sedangkan untuk, pengadaan tanah Maros dan Pangkep yang masuk segmen D (Tanete Rilau – Mandai), Jumardi menambahkan, jika itu ditargetkan memang kelar Maret 2021, tapi karena terkendala pembebasan lahan tadi sehingga mundur ke awal 2022.  Dilanjutkan ke segmen E (Mandai – Makassar New Port/Tallo) yng terget pengadaan lahan September 2022.

“Yang pasti target operasi jalur KA kita itu 2021-2022, khusus segmen B, C dan D, yaitu dari arah Garongkong (Pelabuhna) hingga Tonasa (Semen Indonesia/Tonasa) dari Km 73 ke 91,” Jumardi menambahkan.

Skema pendanaan pembangunan jalur rel kereta api itu dari APBN Rp6 triliun, APBD Rp8,8 miliar hanya untuk pengadaan tanah dan kerja sama pemerintah dan badan usaha (PKBU) sebesar Rp2,1 triliun, terdiri atas capex Rp1 triliun dan operasional dan pemeliharaan Rp1,1 triliun.

(Iin Nurfahraeni)

Bottom ad

Leave a Reply