Perempuan Asal Makassar Ditipu Sindikat WNA Asal Iran Dengan Motif Asmara

Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR — Seorang Perempuan asal Makassar yang berkarier sebagai pengusaha, V (51) menjadi korban penipuan sindikat dari Iran berkedok asmara hingga iming-iming pernikahan. Pelaku yang bernama lengkap Mohammad Almasi alias Siavash (47) itu mengaku terdampak krisis di Iran hingga ia tidak punya pekerjaan.

Siavash melakukan play game dan menipu V hingga ratusan juta rupiah, pun Siavash sering melakukan kekerasan secara verbal dengan emosi yang naik turun. V mengaku tidak tahu menahu jikalau dirinya sedang terbawa arus permainan drama (play game) dari pelaku karena terlihat sangat polos.

Inline Ad

“Dia seorang pemuda Iran, Mohammad Almasi alias Siavash, saya ketemu pertama kali di gereja dan dia sudah melamar ke orang tua saya,” ujarnya. Rabu, (05/08/2020)

V dan pelaku Siavash bertemu pada Agustus 2018 dan dating pada September hingga Desember 2018, keduanya berencana menikah pada 12 Januari 2019. Namun nahas, sebelum pernikahan dilangsungkan, Siavash pulang ke negaranya dengan alasan orang tuanya sakit. Lambat laun V menyadari hal itu adalah kebohongan, sebab pada kenyataannya Siavash berada di Jakarta.

V menemukan via imigrasi bahwa Siavash sudah kembali ke Jakarta sejak Juli 2019. Siavash tak pernah menghubungi dan memenuhi janjinya untuk menikahi Vivi dan membawakan bibit Safron.

“Katanya kalau saya tidak kirimkan uang dia tidak bisa pulang, kelaparan di situ, susah dapat kerja,” katanya.

Dari kejadian ini V mengaku masuk Rumah Sakit (RS) hingga 2 kali.

“Saya mengaku sakit hati dan masuk rumah sakit selama 2 kali karena saya tulus, tapi tidak semua orang baik,” akunya.

Adapun jumlah kerugian korban yakni sekitar 150 juta rupiah. Vivi mengaku percaya dengan bujuk rayu, tipu daya, dan rangkaian kata-kata bohong Siavash lantaran masuk melalui jalur agama.

“Waktu saya pacari dia, saya ongkosi ke Malaysia juga karena dia harus stempel pasword tiap dua bulan. Modusnya memang mendekati perempuan kaya,” tuturnya.

Kasus ini telah diproses di Dirkrimsus Polda Sulsel pada Februari 2020.

“Saya berharap kasus ini segera dilanjutkan ke tahap penyidikan dan pelakunya segera ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sampai ke pengadilan,” tutupnya.

(Reni Juliani)

Bottom ad

Leave a Reply