INIPASTI.COM, PASANGKAYU – Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-16, Pemerintah Kabupaten Pasangkayu menggelar zikir akbar di alun-alun Smart Kota Pasangkayu, Senin (18/3). Acara itu dihadiri penceramah kondang KH. Yusuf Mansur.
Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa mengatakan zikir akbar merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap memperingati hari jadi Kabupaten Pasangkayu. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mewujudkan perdamaian serta memperkokoh persatuan.
“Kalau orang beragama, maka pasti damai negaranya, damai daerahnya. Kalau orang beragama pasti persatuan dan kesatuan terjaga dengan baik. Kalau orang beragama pasti kesantunan, moral, dan etikanya dijaga,” kata Agus.
“Melalui zikir akbar ini, saya mengajak masyarakat Pasangkayu mari tetap jaga persatuan dan kesatuan, jangan mudah dihasut, jangan mudah diprovokasi, jangan cepat percaya berita-berita bohong, berita fitnah, berita adu domba, berita yang menjatuhkan satu dengan yang lainnya. Seorang Islam sejati harus tetap menjaga sikap dan perilakunya,” ujar Agus menambahkan.
Agus diketahui merupakan tokoh yang memiliki peran dalam proses pembentukan Kabupaten Pasangkayu pada 2003. Berselang tujuh tahun, yakni pada 2010, dia terpilih sebagai bupati. Jabatan tersebut dia emban selama dua periode yang akan berakhir pada 2020 mendatang.
Selama menjabat sebagai bupati, Mamuju Utara, perlahan tapi pasti, mulai bergerak dari ketertinggalannya. Tak ada lagi desa yang tak tersentuh fasilitas jalan. Masyarakat desa pun terus dibina dan ditunjang kegiatan perekonomiannya.
Di balik semua sepak terjang Agus dalam membidani dan membangun Mamuju Utara, terdapat figur Herny Agus Ambo Djiwa, yang tak lain adalah istrinya. Herny tentu tak hanya menjadi sosok yang mengurus dan melayani, tapi juga menjadi rekan berdiskusi Agus.
Sedikit atau banyak, setiap keputusan yang diambil Agus untuk Mamuju Utara, terlahir berkat perbincangan atau diskusinya dengan Herny. Meski terdengar klise, namun ungkapan “Di balik kesuksesan seorang pria selalu terdapat wanita yang hebat” tampaknya masih cocok disematkan untuk Agus dan Herny. (MDS01)










