INIPASTI.COM, MAKASSAR — Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (11/3/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh civitas akademika UT Makassar serta menghadirkan penceramah Dr Syamril yang juga merupakan Rektor Institut Bisnis Kalla. Momentum ini menjadi bagian dari agenda rutin kampus dalam memperingati hari-hari besar Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan akademik.
Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, menjelaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan kampus selain peringatan hari besar keagamaan lainnya.
Menurutnya, peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bagi civitas akademika untuk merefleksikan kembali makna turunnya Al-Qur’an, khususnya yang terjadi pada 17 Ramadan.
Ia menuturkan bahwa dalam Surah Al-Alaq ayat 1 hingga 5 terdapat perintah membaca yang memiliki makna sangat luas.
“Perintah membaca dalam Al-Qur’an itu tidak hanya dimaknai secara harfiah. Membaca memiliki makna yang jauh lebih luas, yaitu belajar, mengkaji, hingga melakukan riset untuk menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Prof Rahman menjelaskan bahwa makna tersebut sangat selaras dengan peran perguruan tinggi yang menjalankan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi merupakan ruang bagi lahirnya berbagai kajian akademik yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan maupun penemuan ilmu baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi adalah tempat melakukan kajian, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Nuzulul Qur’an sangat relevan dengan misi yang dijalankan Universitas Terbuka sebagai institusi pendidikan tinggi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa konsep pembelajaran yang diterapkan UT sangat sejalan dengan semangat tersebut.
Universitas Terbuka menawarkan sistem perkuliahan jarak jauh yang fleksibel tanpa batasan jarak maupun waktu.
Mahasiswa, kata dia, tidak harus hadir secara fisik di kampus untuk memperoleh pendidikan tinggi.
“Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus. Justru kampus yang mendatangi mahasiswa di mana saja mereka berada. Dengan sistem ini, kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan tetap bisa dilakukan tanpa terbatas ruang dan waktu,” ungkapnya.
Melalui momentum peringatan Nuzulul Qur’an ini, UT Makassar berharap civitas akademika semakin terdorong untuk memperkuat budaya membaca, belajar, serta mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.










