Perputaran Uang di Beautiful Malino 2019 Capai Puluhan Miliar

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa Sophian Hamdi (hitam-hitam) berfoto bersama usai penyerahan hadiah pada pemenang lomba pada penutupan Beautiful Malino di Hutan Pinus, Minggu, (14/7/2019). (Foto : Sule)

INIPASTI.COM, MALINO – Event Beautiful Malino 2019 ini rupanya disambut antusias oleh masyarakat Kabupaten Gowa hingga wisatawan. Pasalnya, selama pelaksanaannya tiga tahun berturut-turut berhasil melampaui yang telah ditargetkan bahkan perputaran uang mencapai Rp28 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa Sophian Hamdi mengatakan, nilai ini jika diestimasi dari hasil jika dirata-ratakan dari 70 ribu pengunjung mengeluarkan uang sebesar Rp400.000 ribu per orang untuk kebutuhan penginapan, belanja makan/minum dan kebutuhan lainnya.

Inline Ad

“Tentunya perputaran uang yang cukup besar ini akan meningkatkan income perkapita masyarakat bukan hanya di Kota Malino, tetapi juga masyarakat Kabupaten Gowa secara menyeluruh,” katanya.

Baca Juga:  Bagaimana Sebaiknya Pariwisata Toraja di Mata Menteri Tjahjo?

Ia mengakui, event Beautiful Malino 2019 ini mengalami peningkatan yang cukup besar jika dibandingkan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya pada target awal pihaknya hanya menargetkan sebanyak 60 ribu pengunjung atau seperti pencapaian tahun lalu. Hanya saja sesuai data dan laporan petugas di lapangan ternyata jumlah pengunjung (wisatawan) yang hadir sampai saat ini telah mencapai angka sekitar 70 ribu.

“Kita harapkan jika kegiatan ini terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak maka pelaksanaannya di tahun depan semoga dapat lebih besar dan meriah lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam pembukaannya mengungkapkan, event Beautiful Malino berhasil mendorong perekonomian masyarakat di wilayah ini sehingga sangat membantu peningkatan kesejahteraan mereka. Kondisi ini terlihat setelah mengelar selama tiga kali berturut-turut.

Baca Juga:  Pelebaran Jalan Malino Rampung Tahun 2021

“Event ini memang sangat membantu para pelaku usaha lokal disini. Makanya kami harapkan ini bisa masuk sebagai kalender wisata nasional agar dapat terus berlangsung di masa-masa akan datang,” ungkapnya. (*)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.