INIPASTI.COM, MAKASSAR – Asisten II Bidang Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Haris memperkirakan, pertumbuhan ekonomi di Triwulan III mengalami perlambatan. Walaupun di Triwulan II bertumbuh di angka 8,05 persen.
Menurutnya, secara nasional pertumbuhan memang akan mengalami sedikit perlambatan, bahkan di akhir tahun berada pada kisaran 8 persen.
Ia menilai ada beberapa faktor sehingga perlambatan ekonomi ini terjadi. Masalah paket kebijakan ekonomi nasional yang belum menyentuh secara keseluruhan dari permasalahan yang ingin diselesaikan. Kemudian, La Nina yang ditandai mulainya hujan sering turun.
“Akibat La Nina, diperkirakan akan memengaruhi produksi pertanian selain masalah ekspor yang memang menurun. Salah satunya diakibatkan harga nikel yang masih anjlok,” kata Haris, ditemui di Hotel Grand Clarion, Selasa (18/10).
Namun, Haris menyebutkan pihaknya sedang berupaya agar pertumbuhan ekonomi berada di angka 8 persen. Di antaranya dengan memanfaatkan komoditi lain untuk diekspor. Selain itu, bisa memanfaatkan sektor-sektor perikanan, peternakan, ataupun perkebunan.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulsel Sukarniaty Kondolele. Ia mengakui jika ada perlambatan ekonomi pada Triwulan III. Ini disebabkan karena ada dua sektor yaitu pertanian dan sektor industri pengolahan yang merupakan sektor penopang utama perekonomian sulsel.
“Sektor pertanian, disebabkan karena ada fenomena La Nina sehingga mengganggu aktivitas, termasuk perikanan. Ini termasuk sektor industri pengolahan disebabkan oleh melambatnya aktivitas produksi karena masih tingginya stok produksi yang dimiliki perusahaan,” ujar Sukarniaty.
Walaupun begitu, Sukarniaty melihat pertumbuhan memang sedikit melambat namun tidak signifikan.(*)
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 8,5 Persen
//










