INIPASTI.COM, MAKASSAR – Satu demi satu pengungsi asal kota Palu tiba di Makassar, mereka dievakuasi melalui jalur udara dengan menumpangi pesawat Hercules milik TNI AU.
Kedatangan mereka yang masih diselimuti duka pun berharap mendapatkan kebaikan di Makassar sebagai tempat perlindungan, sebab pengalaman pahit mereka pasca gempa dan tsunami masih menjadi trauma yang menakutkan.
Seperti diutarakan salah satu korban selamat yang telah berhasil di evakuasi di kota Makassar, Susanti, perempuan 25 tahun tersebut pun menggantungkan harapan tinggi di kota kelahiran suaminya ini agar bisa bangkit dari bencana yang hampir merenggut nyawanya beserta keluarganya.
Dia mengatakan, tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa. “Saya dan suami baru satu bulan di Palu dan membuka usaha makanan. Modal telah habis. Tapi itu bukan masalah, asalkan kami bisa selamat,” katanya, Selasa (02/10/18).
Dia pun berpesan agar dia dan seluruh korban yang telah tiba di Makassar jangan dibuat panik oleh orang tak bertanggung jawab. Sebab, berita palsu atau dengan istilah hoaks terus bermunculan yang membuatnya semakin trauma.
“Kami kesini untuk menyelamatkan diri, bukan untuk menambah musibah jadi jangan tambah musibah kami dengan kabar hoaks. Jangan buat berita palsu sehingga kami menjadi ketakutan dan bahkan mati karena rasa takut. Saya baru tiba di Makassar dan dapat kabar akan ada bencan besar di Makassar. Saya ke sini untuk mencari kehidupan tapi disambut berita palsu,” jelasnya.
Berita palsu yang terus bersebaran di sosial media tentang bencana alam berupa gempa dan tsunami di sejumlah daerah utamanya kota Makassar membuat salah satu korban yang selamat ikut angkat bicara.
(Reni Juliani)










