INIPASTI.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, Pemilihan Kepala Daerah secara serentak akan dilaksanakan pada tahun 2018 dan Pemilihan Umum pada 2019. Untuk menjaga kondisi tersebut tetap kondusif, aman dan damai menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) perlu dukungan dari semua dari berbagai pihak.
“Bukan hanya TNI-Polri, DPRD dan pemerintah daerah namun bisa juga dari perguruan tinggi, tokoh adat, tokoh agama menjaga kondisi aman tetap terjaga,” kata Tjahjo pada Rapat Koordinasi Terkait Isu-isu Politik Nasional dan Kesiapan Pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 yang dilaksanakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Forum di Hotel Arya Duta Jakarta, Jum’at (28/7/2017).
Tjahjo menjelaskan, mereka ini harus berperan bagaimana semua pihak bisa melakukan pengawasan serta deteksi dini terhadap kemungkinan berkembang dan terjadi di tengah masyarakat yang bisa mengancam keamanan dan persatuan.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel Asmanto Baso Lewa yang juga mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, Kesbangpol memiliki peranan strategis dalam menjaga kondisi kondusif.
“Peran Kesbangpol, membantu kepala daerah menghadapi ganguan yang timbul pada masyarakat,” harap Asmanto.
Ia menyebutkan, Sulsel menjadi salah satu provinsi yang menjadi perhatian pusat pada perhelatan Pilkada tahun depan. Tahun 2015 lalu, Sulsel menjadi provinsi terbaik dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
“Kami harap ,predikat sebagai provinsi terbaik dalam penyelenggaraan Pemilu di Indonesia dapat terjaga,”Ujar Asmanto
Namun, Asmanto tidak dapat menjamin dan memungkiri jika di daerah ini tetap ada potensi untuk terciptanya konflik. Namun dirinya bersyukur sejauh ini masyarakat sudah semakin dewasa dalam berpolitik. (Iin Nurfahraeni)










