INIPASTI.COM, MAKASSAR – Rabu, 15 Februari 2017 menjadi momentum yang menarik perhatian jutaan masyarakat Indonesia. Sejumlah daerah di tanah air menggelar pesta demokrasi untuk menentukan nasib daerahnya selama lima tahun kedepan.
Kabupaten Takalar, merupakan salah satu dari 101 daerah di Indonesia yang melaksanakan pesta demokrasi sekaligus menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang ikut dalam kontestasi pilkada serentak di seluruh Indonesia.
Tidak kalah dengan situasi politik Ibu Kota, hiruk pikuk yang menyelimuti pilkada Takalar pun cukup seksi di kalangan masyarakat Takalar pada khususnya serta masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya.
Seperti yang kita ketahui, pilkada Takalar melahirkan pertarungan dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, yakni pasangan Burhanuddin Baharuddin dan M. Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) serta pasangan Syamsari Kitta dan Achmad Dg. Se’re (SK-HD).
Pasangan Bur-Nojeng menjadi pasangan yang diusung oleh paling banyak partai di pilkada Takalar. Partai Golkar, PDIP, Gerindra, PPP, Demokrat, Hanura, PAN serta PBB menjadi sederet partai yang mengusung pasangan nomor urut 1 tersebut. Sementara pasangan nomor urut 2, SK-HD hanya diusung oleh dua partai, yakni Partai NasDem dan PKS.
Dari sederet partai pengusung kedua pasangan, dua partai yang bisa disebut sebagai motor koalisi pemenangan dua kubu adalah Parti Golkar yang digawangi oleh Nurdin Halid serta Partai NasDem yang digawangi oleh Rusdi Masse.
Nurdin Halid dan Rusdi Masse sendiri merupakan nahkoda baru dari dua partai tersebut. Hal lain yang menjadi daya tarik adalah fakta bahwa dua nama tersebut menjadi tokoh yang santer disebut sebagai bakal calon gubernur Sulawesi Selatan.
Tidak heran, pilkada Takalar juga disebut-sebut sebagai uji coba awal bagi kedua tokoh tersebut untuk memuluskan langkahnya pada pemilihan gubernur mendatang.
Pada pilkada Takalar sendiri, hasil website KPUD Takalar menunjukkan bahwa pasangan SK-HD memenangkan pertarungan dengan 88.113 suara (50,58%) unggul dari pasangan Bur-Nojeng yang meraih 86.090 suara (49,42%).
Kemenangan SK-HD dari Bur-Nojeng tersebut dinilai oleh banyak kalangan sebagai kemenangan Rusdi Masse atas Nurdin Halid. Pertanyaannya, benarkah demikian? Dapatkah kita sebut bahwa pilkada Takalar mampu menjadi barometer pilgub yang melibatkan Rusdi Masse dan Nurdin Halid?
Terlalu dini memang untuk menyimpulkan. Apa tak lagi, selain dua tokoh tersebut di atas, masih banyak nama yang digadang-gadang akan bertarung pada pilgub Sulawesi Selatan mendatang. Sebut saja Agus Arifin Nu’mang, Nurdin Abdullah, Ichsan YL dan lain sebagainya.
Namun demikian, ini tentunya telah menjadi warning tersendiri bagi para pesaing RMS, sapaan akrab Rusdi Masse pada kontestasi pemilihan gubernur di tanah Sulawesi Selatan yang akan datang. Terlebih RMS mampu memenangkan SK-HD di Kabupaten Takalar hanya dengan kekuatan dua mesin partai politik.
Lalu bagaimana kelanjutan dinamika politik di Sulawesi Selatan? Menarik untuk kita nantikan.










