INIPASTI.COM, SIDRAP – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono menyempatkan untuk melihat langsung proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu / Angin (PLTB) di Kabupaten Sidrap. Dimana proyek ini telah berjalan selama tiga bulan.
Bersama dengan Kepala Dinas ESDM Sulsel Gunawan Palaguna, Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman, Sekda Sidrap Sudirman Bungi, dan beberapa pimpinan SKPD lingkup Pemda Sidrap,kemudian Pjs Wali Kota Parepare Luthfi Nasir, Kabag Protokol Pemprov Sulsel Amson Padolo, dan Karo Umum Pemprov Sulsel Hatta.
Sumarsono meninjau lokasi pengerjaan proyek, terdapat 30 unit kincir angin dengan kapasitas masing-masing 2,5 megawatt dengan total 75 megawatt. Dan setiap turbin dipasang di menara baja 80 meter. Jumlah rumah tangga yang dialiri listrik kurang lebih 100.000.
Menurutnya, dengan beroperasinya PLTB ini menjadi bukti proyek nasional di Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang ada di Sulsel berhasil dan diharapkan juga demikian dengan proyek-proyek lainnya.
“Ini adalah proyek pertama untuk pembangkit listrik tenaga bayu,” Kata Sumarsono.
Ia pun menilai, setelah melakukan observasi dari sistem yang ada serta fakta di lapangan dinilai berhasil. Dan proyek ini menjadi daya dongkrak terhadap kinerja pemerintah saat ini. Terkait rencana selanjutnya, untuk PLTB Sidrap tahap dua dengan menghasilkan listrik sekitar 50 megawatt terdapat peluang untuk dihadirkan.
Saat ini PLTB Sidrap sudah menghasilkan listrik hingga sekitar, 67 mw dengan produksi maksimal 75 mw. Ia menekankan agar, proyek ini memberikan dampak besar pada Pemda Sidrap, masyarakat Sulsel terutama yang tinggal di daerah sekitar proyek.
“Ini harus benar-benar dijaga dan bisa memberikan dampak pada masyarakat local, dan juga pemerintah daerah, kombinasi ini yang diharapkan menjadi strategi investasi pengembangan energi,” ujarnya.
Selain itu, dengan hadirnya PLTB ini bisa menjadi ikon baru bagi Sidrap dan menjadi destinasi wisata. Ada rencana induk pariwisata daerah, lalu detail kawasan, termasuk misalanya penempatan UKM, parkir dan toilet.
“Rencana detail itu harus dibahas bersama perusahaan sehingga tidak menganggu secara sepasial karena ada beberapa daerah yang terlarang untuk dimasuki,” sebutnya.
Sumarsono pun memberi perhatian khusus terhadap distribusi listrik dari pembangkit ini ke PLN kemudian ke konsumen. Untuk itu komitmen antara PLN dan pemda dibahas secara detail.
(Iin Nurfahraeni)










