INIPASTI.COM, MAKASSAR – Utang Abu Tours yang mencapai triliunan hingga kini masih belum terbayarkan. Tidak adanya inisiatif dari pihak Abu Tours untuk membuat proposal perdamaian dengan jemaah ditengarai jadi salah satu alasan komitmen Abu Tours untuk melunasi utangnya jadi simpang siur.
Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Abu Tours, Tasman Gultom merilis data terbatu jumlah tagihan utang kreditur Abu Tours yang sudah ditandatangani oleh panitera PN Makassar. Total ada 1,5 triliun rupiah lebih tagihan yang terkumpul.
“Daftar tagihan tetap terbagi tiga. Yang preferen (pajak) sebanyak Rp 57.149.011 sedangkan untuk separatis jumlahnya Rp 48.527.248.200,”ucap Tasman.
Tasman mengatakan total tagihan utang terbesar Abu Tours datang dari para agen dan jemaah. Tidak tanggung-tanggung total ada Rp 1.562.581.596.000.
Untuk itu, kata Tasman agar pengerjaan proposal perdamaian bisa sesegara mungkin, majelis hakim yang dipimpin oleh Budiansyah pada sidang PKPU yang diselenggarakan Jumat (20/7/2018) tadi menambah jumlah pengurus PKPU.
“Penambahan pengurus tadinya hanya saya tapi sekarang majelis hakim menambah empat orang. Alasannya sebenarnya teknis saja, contohnya semakin banyak orang yang mengerjakan kan semakin bagus,”imbuh Tasman.
Tasman mengatakan hingga 105 hari yang sudah dilalui masa PKPU Abu Tours ini, sebenarnya tim yang diketuainya sudah maksimal. Namun, ia berharap dengan penambahan empat orang yang baru, Abu Tours bisa membuat proposal perdamaian yang dapat membuat jemaah yang menjadi korbannya tidak dirugikan.
Sidang PKPU Abu Tours kembali bakal disidangkan pada tanggal 18 September mendatang.
(Reni Juliani)










