INIPASTI.COM, MAKASSAR – Radar politik Agus Arifin Nu’mang perlahan-lahan mulai beroperasi. Setelah meyakinkan pendiri Partai Gerindra Prabowo Subianto, semalam Agus kembali bersilaturrahmi dengan DPW PKS Sulsel. “Alhamdulillah, teman-teman PKS menyambut keinginan politik saya untuk maju menjadi gubernur sangat baik. Mereka memberikan apresiasi yang tinggi kepada saya atas niat saya untuk mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Sulsel.” Demikian komentar Agus atas pertemuan tertutupnya dengan PKS di RM Ujungpandang jalan Pengayoman, (10/04/2017, 19.15 – 21.45 wita). Kader PKS yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua DPW, anggota DPRD Aryadi Arsal dan beberapa pengurus inti lainnya.
Pertemuan yang berlangsung sembari makan malam itu mengindikasikan, Agus mendapat tempat bagi DPW PKS Sulsel untuk diajukan ke DPP. Agus berharap pertemuan semalam dapat dijadikan sebagai pijakan bagi dirinya untuk memperoleh dukungan politik dari PKS. “Saya tahu, PKS memiliki kedekatan platform politik dengan Gerindra.”
Gerindra telah memberikan lampu hijau kepada Agus untuk diusung menjadi calon Gubernur Sulsel. Gerindra dan PKS adalah dua partai politik yang masih bertahan berkoalisi sebagai partai politik yang kritis terhadap pemerintah. Partai Golkar dan PAN sudah “menyerahkan” dirinya kepada pemerintah, sebagai partai politik yang menyokong kebijakan pemerintah. Jika dilihat dari pengalaman ini, Gerindra dan PKS sangat mungkin untuk berkoalisi hingga ke level provinsi dan kabupaten. Kalau ini yang terjadi, Agus sangat potensial diusung oleh Gerindra dan PKS.
Jika DPP PKS memutuskan Agus sebagai calonnya untuk maju pada Pilgub 2018 di Sulsel, maka Agus menjadi orang kedua yang memperoleh dukungan partai politik. Saat ini Agus digadang-gadang oleh Gerindra dan PKB, masing-masing membawa 11 dan 3 kursi. Jika ditambah 6 kursi dari PKS, Agus akan memiliki total kursi 20 kursi di DPRD, jauh melebihi syarat yang hanya 17 kursi.
Agus dipandang oleh banyak pihak sebagai politikus yang bertangan dingin, selalu berada dalam lingkungan elit kekuasaan. Menurut Dr. M. Ridwan, pengamat Ekonomi Politik Unhas, Agus telah memiliki pengalaman yang cukup untuk menjadi Gubernur, dia piawai mengelola konflik politik, dia memahami konsep dan praktek politik dengan baik. Agus juga dianggap memiliki konsep pembangunan ekonomi dan sosial yang mumpuni. Pengalaman mengatur roda pemerintah dia lakoni selama hampir sepuluh tahun. Dari sisi konsep dan pengalaman pembangunan, menurut Ridwan, Agus dianggap yang terbaik saat ini di Sulsel. Amat wajar kalau partai politik dan masyarakat mempercayainya, tutup Ridwan. (*)










