Polisi Imbau Masyarakat Agar Hati-Hati Gunakan Sosmed

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani (Foto: Ahadri)

INIPASTI COM, MAKASSAR – Setelah tertangkapnya Daeng Liwa (52), warga Jalan Rappocini Raya yang diduga menghina Raja Bone ke-15 Arung Palakka, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta agar warga berhati-hati menggunakan Sosial Media (Sosmed).

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengimbau masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) agar berhati-hati dalam membuat postingan maupun memberikan komentar di media sosial, Karena jika diangggap merugikan suatu kelompok, maka langsung dilakukan penangkapan.

Inline Ad

“Hati-hati dalam sosial media. Seharusnya, kata-kata di media sosial harus dijaga, untuk menghindari permusuhan sesama umat beragama dan warga negara,” ungkapnya, Jum’at (10/2/2017).

Baca Juga:  Menjaga Semangat Sumpah Pemuda melalui MTGF 2017

Ia pun juga menghimbau agar masyarakat Sulsel khususnya di daerah kabupaten Bone untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang di sosial media, terutama mengenai Arung Palakka.

“Saya minta warga Bone tidak usah panik atau melakukan pengancaman dan tindakan-tindakan yang merugikan, karena sekarang pelaku sudah diamankan dan diproses sesuai hukum berlaku,” tukasnya.

Sebelumnya, Dg Liwa (52) warga Jalan Rappocini Raya, yang menyebarkan isu Suku Ras dan Agama (SARA) diringkus anggota Unit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Sulsel setelah tercium keberadaannya oleh Polisi di Kantor Kelurahan Rappocini, Selasa 7 Februari 2017 lalu.

Baca Juga:  Turnamen Asia Pacific Predator League 2020, Jangkau Para Talenta Gamers Muda

Pelaku yang merupakan karyawan swasta itu, ditangkap pada Selasa 7 Februari 2017 lalu di kantor Kelurahan Rappocini Makassar. Ia pun di tangkap setelah tiga hari membuat postingan di komentar yang menghina mantan Raja Bone.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad