INIPASTI.COM, SUDIANG – Sebuah keberuntungan dialami oleh Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Gowa, Andi Mappian (89). Sempat dinyatakan bakal batal berangkat, akhirnya ia dianggap layak terbang oleh pihak kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar beberapa jam sebelum JCH Kloter 5 berangkat, Rabu, (10/7/2019).
Andi Mappian yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Makassar sebelumnya mengalami masalah kejiwaan. Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Makassar, dr Irwan.
“Jemaah itu sudah melakukan pemeriksaan di daerah, dan dinyatakan dapat berangkat. Maka dimasukkanlah ke embarkasi. Di embarkasi ini ada masalah terhadap jiwanya, karena itu kita lakukan pemeriksaan dan rujukan ke dokter ahli jiwa,” jelasnya.
“Dari pemeriksaan itu dilakukan pengobatan. Diagnosanya itu, adalah yang bersangkutan ada gangguan penyesuaian diri. Jadi dari situ dapat dipahami, jemaah tersebut mengalami hal itu karena tidak bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ramai,” tambahnya.
Dokter Irwan bahkan sempat pesimis jika JCH tersebut bisa diberangkatkan. Karena menurutnya hanya keajaiban yang bisa membuatnya cepat sembuh. “Saya rasa sudah tidak bisa diberangkatkan, karena pikun dan penyakitnya itu susah disembuhkan,” katanya saat ditemui pada Selasa 9 Juli malam.
Tonton Cuplikannya : Video JCH Kloter 5 Embarkasi Makassar
Keajaiban itu pun terjadi, dokter yang menangani Andi Mappian telah mengeluarkan surat rekomendasi bahwa ia bisa diberangkatkan. “Diterapi, kemudian setelah dikasih obat, sudah kembali normal. Jadi dinyatakanlah layak terbang. Komunikasinya juga bagus, tidak membahayakan orang lain, makanya diberangkatkan,” tutupnya
Diketahui, Kloter 5 Embarkasi Makassar ini hanya terisi 447 JCH. Terdapat 3 seat yang kosong karena JCH yang sejatinya mengisi seat tersebut sakit di daerah. Tiga JCH itu masing-masing atas nama Mania Daeng Mami, Basse Daeng Juntu, Hafsa Syafaruddin Daeng Lira.
(Sule)










