INIPASTI.COM, MAKASSAR, – Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Amir Uskara optimis partainya bisa mencapai perolehan suara 8 persen pada Pemilu 2019.
Hal ini berdasar respon publik terhadap partai berlambang Ka’bah ini dianggap cukup baik selama ini. Meski hasil survei elektabilitas sejumlah lembaga menunjukkan partai nomor urut 10 ini hanya menunjukkan angka 3 persen.
“Kalau target 8 persen Inshaallah ini bukan hal yang sulit bagi PPP. Tren PPP selama ini, kalau sekarang 3 persen, saya yakin dengan sisa waktu yang ada untuk mencapai 8 itu tidak berat,” ujar Amir Uskara, dalam diskusi ngobrol politik di Coffee Holic by Sija, Panakukkang Square, Makassar, Selasa 20 November 2018.
Selain itu, kata Amir Uskara, PPP secara geo-politik menjadi pemenang Pilkada 2018 di sejumlah provinsi salah satunya di Jawa Barat serta Jawa tengah. Maka target 8 persen suara Pemilu 2019 dinilai bukan hal yang sulit.
“Posisi kami sebagai pemenang pilgub di Jawa Tengah, di sana wakilnya adalah kader PPP tulen. Begitu juga di Jabar, wakilnya itu PPP. Ibu kofifah juga menang berkat PPP, jadi saya kira itu menjadi kekuatan,” pungkas Amir Uskara yang juga Caleg DPR RI Dapil 1 Sulsel.
Sementara Dewan Pakar Pedoman Suara Indonesia, Dr. Arief Wicaksono berpendapat PPP adalah aset bangsa dan merupakan salah satu partai Islam terbesar di Indonesia.
“Jadi hampir semua parpol berlabel islam, tampaknya hanya PPP yang memiliki kekuatan progresif dari pemilu-pemilu. Saya kira PPP memiliki basis dan lolos parlemen treshold,” tukas Arief Wicaksono.
Meski demikian, dia berpendapat polemik internal di PPP dianggap sedikit banyak akan berpengaruh terhadap citra partai ini di Pemilu.
“Dampak perpecahan, sedikit banyak bisa mempengaruhi penilaian masyarakat kepda PPP. Butuh mekanisme penyelesaian konflik agar ini tidak membawa efek negatif,” tandas Arief Wicaksono.
(Muh. Seilessy)










