INIPASTI.COM, MAKASSAR – Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, mengungkapkan telah mengundang Presiden RI Joko Widodo untuk dapat meresmikan Proyek Jalan Tol Makassar New Port yang dibangun untuk menghubungkan Pelabuhan MNP.
Seperti diketahui, Proyek Jalan Tol Makassar New Port, adalah akses jalan dibangun untuk mempermudah mobilisasi transportasi ekspor maupun impor, yang dibangun sepanjang 3,21 Km.
Jalan tol ini akan menghubungkan ke beberapa titik yang mengarahkan kendaraan langsung menuju MNP, yaitu dari arah Pelabuhan Makassar (Jalan Tol Seksi 1) menuju MNP dari arah Bandara Sultan Hasanuddin (Jalan Tol Seksi IV) menuju ke MNP. Proyek ini dibangun, dengan anggaran Rp 705 miliar untuk mendukung pengembangan kawasan industri dan kemajuan daerah
Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengapreasiasi dan berterima kasih Kepada Pemerintah Pusat, bersama swasta yang telah bekerjasama membangun akses jalan ke Makassar New Port, dimana pelabuhan skala internasional, dengan kapasitas yang cukup besar.
“Kami mengucapkan terima kasih , kepada Pak Presiden (Joko Widodo, red) Kementerian PUPR dan swasta yang telah bekerjasama membangun itu, MNP adalah pelabuhan skala internasional dengan adanya tol baru tersebut satu mengurai kemacetan kecepatan untuk akselerasi, barang kontainer,”jelas Bahtiar, Jumat (19/1)
Ia pun mengaku, telah bertemu dengan manajamennya dan sudah mengajukan secara tertulis kepada Presiden, jika berkenan untuk hadir meresmikannya.
“Saya sudah secara tertulis, kepada bapak presiden (Jokowi, red) jika berkenan waktu beliau meresmikannhya, kami menunggu saja kapan, intinya pemprov dan saya sudah bicarakan dengan kawan Forkopimda provinsi kami mengatur,” sebutnya.
Seperti dilansir dari berbagai sumber, pembangunan Makassar New Port telah ditingkatkan kapasitanya, sebesar 150 persen dari semula 1 juta Teus (kontainer berukuran 20 kaki) menjadi 2,5 juta TEUs. MNP dibangun, karena pada saat itu terminal peti kemas di Pelabuhan Soekarno Hatta yang berkapasitas 700 ribu TEUs sudah optimal.
Pemerintah kemudian menetapkan Proyek Strategis Nasional (PSN) MNP. Peletakan batu pertama (ground breaking) pelabuhan yang terletak sekitar lima kilometer dari Soekarno Hatta dilakukan Presiden Joko Widodo pada Mei 2015
(Iin Nurfahraeni)










