INIPASTI.COM, MAKASSAR— Unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan demonstran dari berbagai aliansi di bawah Jembatan Layang beberapa hari lalu di Flyover, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (20/10/2020) diwarnai kericuhan.
Para demonstran dikejar oleh pria berbadik. Pria itu diduga pendukung salah satu pasangan calon Wali Kota Makassar 2020, Danny-Fatma, dengan menggunakan senjata tajam jenis parang dan badik.
Namun, Juru bicara Paslon tersebut membantah dugaan tersebut. Juru Bicara Tim Danny-Fatma, Aloq Natsar Desi, mengibaratkan pendukungnya seperti tentara, siluman dan sudah terdata.
“Pendukung Adama itu ada seperti tentara, ada yang seperti siluman, ada yang terdata. Jadi di setiap tempat itu ada pendukung kami yang tidak terdata yang seperti siluman, itu yang berbahaya. Luar biasa pendukungnya Adama, ada yang terdata dan tidak terdata,” pungkasnya, dikutip detik.com, Kamis (22/10/2020).
Dia juga mengatakan setiap pendukung pasti akan tersinggung jika ada baliho yang dirusak.
“Tentunya dengan baliho yang dirusak, pasti tersinggung merasa dirusak baliho. Mulai dari komunitas, relawan, pendukung tersinggung. Saya kira dengan situasi itu, maka wajar-wajar saja baliho yang paslon dirusak pendukungnya marah,” kata Aloq saat dikutip detik.com, Kamis (22/10/2020).
Sebelumnya, kejadian terjadi saat aksi demo yang dilakukan tersebut berjalan cukup tertib. Massa aksi menyampaikan apirasi mereka dengan melakukan orasi di bawah jembatan Flyover Makassar yang dijadikan sebagai panggung aksi.
Namun tiba-tiba, massa aksi berhamburan. Mereka dikejar oleh sejumlah orang dengan membawa senjata tajam jenis parang dan badik.
(Dirga)










