Civitas akademika di kampus PTS selama dalam rentang waktu yang teramat panjang masih terperangkap pada darma pendidikan dan pembelajaran di dalam kelas.
Sisi lain darma penelitian dan pengabdian kepada masyarakat nyaris tidak mendapat perhatian secara serius. Demikia ditegaskan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Ir Andi Niartiningsih, MP beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, akibat terjebak pada pembelajaran di dalam kelas, masih sering ditemukan dosen yang sudah tidak punya waktu jam tidur lagi, akibat mata kuliah yang diajarkan misalnya lebih 10 mata kuliah tentu melebihi waktu 24 jam sehari semalam.
Kenyataan itu harus diubah dan Kopertis selalu mendorong para dosen dan mahasiswa untuk menekuni penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Pihak Kementrianristekdikti, malah setiap tahun mengalokasikan dana trilyunan rupiah, ungkap mantan Dekan Fakultas Perikanan Unhas ini.
Dampak langsung dari masih rendahnya minat dosen dan mahasiswa PTS melakukan penelitian, maka publikasi pada jurnal ilmiah terutama jurnal terakreditasi dan memiliki reputasi juga relatif masih sangat minim.
Padahal dalam proses pembelajaran termasuk dalam transaksi akademik di Porlap Dikti dan PDPT, tiga dharma perguruan tinggi harus senantiasa berjalan secara bersinergi dan beriringian, tidak boleh ada dharma yang terkesan diterlantarkan atau kurang mendapat perhatian, tegas doktor perikanan PPs-Unhas ini.
Rencana tahun depan Kopertis IX Sulawesi akan mengefefektifkan penerbitan jurnal ilmiah dengan sasaran agar jurnal yang terbit fokus pada satu kajian dan di targetkan dapat terakreditasi secara nasional maupun internasional, kata salah seorang asesor BAN-PT ini.
Penulis : Yahya










