INIPASTI.COM, MAKASSAR-Mantan Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar, Prof Dr Jasruddin yang saat ini mendapat tugas baru sebagai Koordinator Kopertis IX Sulawesi, dalam acara lepas sambut DirekturPascasarjana UNM, Rabu (7/2/2018) berjanji akan fokus bekerja ditempatnya yang baru.
“Saya akan fokus untuk menjalankan tugas baru saya sebagai Koordinator Kopertis IX Sulawesi. Ini rekomendasi rektor UNM sekaligus amanah yang harus saya jaga, karena saya tidak ingin mempermalukan UNM dimana tempat saya berkarier selama puluhan tahun,”ujarnya.
Dalam acara lepas sambut dengan Direktur Program Pascasarjana UNM yang baru, Prof Dr Hamsu Abdul Gani, dihadiri Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam, para wakil rektor, guru besar serta dua mantan rektor UNM, yakni Prof Paturungi Parawansa, serta Prof Dr H Arismunandar M.Pd dan kepala bidang administrasi dan kabid kemahasiswaan kopertis IX Sulawesi.
Dikatakan meskipun dirinya berada ditempat lain dan tidak lagi banyak aktif di Program Pascasarjana UNM, dirinya tidak mungkin lepas dari UNM. “Tolong saya selalu diingatkan sebagai Koordinator Kopertis IX Sulawesi karena tetap saya ini membawa nama besar UNM. Kalau saya berhasil ini adalah kesuksesan UNM, sebaliknya kalau saya gagal juga dianggap adalah bagian dari kegagalan UNM itu sendiri,”tegas Prof Jas, panggilan akrab Prof Jasruddin.
Dikatakan, kurang lebih dua tahun bersama Rektor UNM Prof Dr Husain Syam, merasa belum pernah tidak seiring,dapat berlari bersama memajukan program pascasarjana UNM. Dikatakan, tantangan yang dihadapi PPs UNM kedepan luar biasa beratnya, karena itu tidak boleh bekerja biasa-biasa saja, tetapi harus lari dan sekali-sekali meloncat.
Kurang lebih 12 tahun di UNM, perjalanan waktu yang panjang yang tidak bisa dilupakan oleh Prof Jasruddin. Karenanya berharap komunikasi dengan UNM harus tetap berjalan terus. Dan berharap Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam dan lainnya di UNM sekali-sekali dapat berkunjung ke Kopertis IX Sulawesi untuk memberikan arahan tentang bagaimana memajukan perguruan tinggi.
Prof Jas juga menyinggung sejak berdirinya PPs UNM, jumlah alumni sudah mencapai 6000-an orang, diantaranya sekitar 600-an orang yang sudah bergelar doctor (S3). Sekarang ini PPs UNM sudah memiliki 21 program studi magister (S2) dan 7 program studi program doctoral (S3). Khusus untuk program S2, setengah prodinya sudah terakreditasi A.
Dia juga mengingatkan kepada pejabat baru direktur pascasarjana UNM, bahwa perguruan tinggi swasta dibawah koordinasi PTS Kopertis IX, sebanyak 369 buah dan sudah banyak yang menyelenggarakan program S2 dan S3, dan ini tantangan bagi PPs UNM kedepan.
Karenanya Prof Jas berharap kepada penggantinya untuk selalu memperhatikan standar akademik, pelayanan dan juga dapat membangun rasa kepedulian serta rasa memiliki yang tinggi. “Pascasarjana UNM ini harus dirawat dengan cinta, termasuk adanya rasa memiliki. Dan baginya jabatan itu bukan sekat diantara kita, tetapi sesuatu yang harus dicintai bersama,”ujarnya.
Sementara Rektor UNM Prof Dr Husain Syam, dalam kesempatan tersebut, mengatakan, Prof Jasruddin sekarang ini memegang amanah yang begitu berat, membina 369 perguruan tinggi dan ini bukan hal yang mudah. Namun rektor tetap menjamin Prof Jas mampu menjalankan amanah ini, karena dianggap memiliki kompetensi yang tidak diragukan lagi.
Soal pengembangan Pascasarjana UNM, rektor ingin pasca UNM ini dikasi berlari. Rektor sadar kalau hanya begini cara kerja kita, maka PPs UNM bisa tertinggal jauh. “Makanya sependapat dengan Prof Jasruddin PPs UNM harus lari kencang dan sesekali lompat.
Rektor juga punya mimpi kalau mahasiwa di program pascasarjana UNM sepertiganya adalah mahasiswa dari UNM. Makanya kita membuat PPs UNM ini menarik, agar orang tertarik kuliah di UNM.
Rektor juga sadar kalau PPS UNM masih terdapat kekurangan termasuk sarana dan prasarana, tetapi semua ini dapat teratasi jika kita semua ini bergerak bersama. “Mantan-manta pejabat di UNM diharap memberikan masukan untuk pengembangan Program Pascasarjana UNM. Dan jangan ada pejabat di UNM ini yang merasa diambil jabatannya, anggaplah ini dinamika organisasi,”kuncinya.(nasrullah)










